Subjective Case Dalam Grammar Bahasa Inggris


Yang paling sulit saat belajar Bahasa Inggris adalah saat akan membahas tentang grammar. Mungkin sebenarnya bukan sulit ya, tapi karena memang ada begitu banyak hal yang dibahas dan perlu untuk kita ketahui dalam grammar, dan inilah yang membuat kita berfikir bahwa grammar dan Bahasa Inggris itu sesuatu yang rumit. Padahal nyatanya tidak begitu, jika Bahasa Inggris rumit bagi kita orang Indonesia, maka begitu juga sebaliknya, Bahasa Indonesia pun sulit bagi masyarakat asing dari negara lain. Namun buktinya, tidak sedikit warga asing yang kini fasih berbahasa Indonesia bahkan hingga mampu menggunakan bahasa gaul terbaru yang kekinian.

Mungkin sudah saatnya kita merubah pandangan kita terhadap Bahasa Inggris sedikit demi sedikit, dan mulai meyakinkan diri bahwa Bahasa Inggris itu bukan suatu hal yang mustahil untuk dikuasai. Kami pun selalu berusaha menyajikan pembahasan materi yang bisa dengan mudah dipahami melalui website ini, agar nantinya semakin banyak orang yang percaya bahwa belajar Bahasa Inggris itu tidak sesulit yang dibayangkan, dan semakin banyak pula orang yang bisa menggunakan Bahasa Inggris dengan lancar.

Salah satu materi grammar yang perlu kita pelajari adalah materi tentang subjective case berikut ini. Apa itu subjective case ? jika kamu bertanya tanya seperti ini, ayoo kita pelajari bersama melalui penjelasan berikut ini. – Bigbanktheories.com

Related: Pengertian Reciprocal Pronoun Each Other Dan One Another
Contoh Subjective Pronoun

Subjective Case Dalam Grammar Bahasa Inggris

Pengertian Subjective Case Dalam Grammar

Subjective case adalah noun ataupun pronoun yang menjadi subject dari verb. Kalau begitu semua subject kalimat adalah subjective case dong ? Ya benar sekali, tapi ingat, yang termasuk kedalam subjective case hanyalah bagian noun atau pronoun nya saja yang menjadi “case / wadah” dari subject tersebut. Subjective case ini juga dikenal dengan istilah nominative case. Perhatikan contoh berikut ini.

Contoh :

Shanara makes banana pancake every morning.

(Shanara membuat panekuk pisang setiap pagi.)

Subjective case : Shanara

He drinks coffee every day.

(Dia minum kopi setiap hari.)

Subjective case : He

Istilah subjective case juga digunakan untuk subject complement. Misalnya saja seperti contoh di bawah ini.

Contoh :

Shanara is a writer.

(Shanara adalah seorang penulis.)

Subjective case : Shanara, Writer

“Shanara” termasuk dalam subjective case karena merupakan subject dari “is”. Sedangkan “writer” termasuk kedalam subjective case karena merupakan subject complement, dan memberikan keterangan baru bagi subject.

Sedikit tambahan lagi, saat berpindah dari subjective case menjadi objective case, hanya pronoun yang mengalami perubahan bentuk. Misalnya seperti contoh berikut ini.

Contoh :

The kid saw the deer.

(Anak itu melihat rusa itu.)

Subjective case : Kid

The deer saw the kid.

(Rusa itu melihat anak itu.)

Subjective case : Deer

Objective case : Kid

I saw the deer.

(Saya melihat rusa itu.)

Subjective case : I

The deer saw me.

(Rusa itu melihat saya.)

Subjective case : I

Objective case : me.

Berikut ini bentuk bentuk perubahan dari subjective pronoun menjadi objective pronoun.

Subjective Pronoun : I, You, He, She, It, We, They, Who, Whoever.

Objective Pronoun : Me, You, Him, Her, It, Us, Them, Whom, Whomever.

Bagaimana ? tidak rumit kan ternyata materi tentang subjective case itu. Nah kalau kamu sudah memahami materi ini, ayoo lanjutkan membaca materi lainnya yang sudah tersedia di website ini. Oh ya, jangan lupa coba kerjakan juga contoh contoh soal Bahasa Inggris yang sudah kami siapkan ya.

Referensi :

  1. What is the subjective case ? – http://www.grammar-monster.com/glossary/subjective_case.htm – Diakses tanggal 2 November 2016

Simpan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *