Sequence Of Tenses Dalam Complex Sentence


Kita tau ya sobat kalau dalam sebuah kalimat bisa mengandung lebih dari satu kejadian. Untuk kalimat complex sentence seperti ini, terdapat aturan khusus yang harus kita ketahui dalam mengurutkan kejadian kejadian tersebut. Inilah yang kita sebut dengan sequence of tenses (urutan penempatan tenses). Hal ini menjadi sangat penting khususnya dalam penggunaan Bahasa Inggris pada karya karya tulis yang bersifat ilmiah ataupun formal. Karena dengan adanya sequence of tenses inilah baru akan dapat tergambar dengan jelas mana kejadian yang terjadi lebih dulu dan mana yang terjadi kemudian, sehingga bisa menghindari kesalahan pemahaman oleh pembaca maupun pendengar.

Dalam proses pengurutan kejadian ini, yang dijadikan tolak ukur adalah bagian main clause nya. Sedangkan bagian subordinate clause nya akan menyesuaikan dengan main clause dan akan mengikuti aturan tertentu. Untuk memudahkanmu memahami materi ini, dibawah ini akan kami tampilkan sequence of tenses table / chart yang berisi aturan aturan yang harus kita terapkan dalam sequence of tenses. Selamat membaca. – Bigbanktheories.com

Sequence Of Tenses Table And Chart

Sequence Of Tenses

Penjelasan Lengkap Sequence Of Tenses

Bentuk tenses dari verb yang ada dalam subordinate clause berubah dan menyesuaikan dengan bentuk tenses dari verb yang terkandung di dalam main clause. Berikut ini adalah aturan dasar dalam menggunakan sequence of tenses di kalimat Bahasa Inggris.

Related: Penjelasan Dan Contoh Resumptive Modifier Dalam Kalimat

Peraturan 1

Jika kata kerja (verb) dalam main clause nya dalam bentuk present atau future tense, maka kata kerja dalam subordinate clause nya boleh dalam bentuk tenses apapun, namun tentunya tetap bergantung pada makna yang ingin di ungkapkan.

Contohnya :

Mr. Kurt Weller thinks that the Hotel service is great.

(Mr. Kurt Weller pikir pelayanan di hotel itu sangat baik)

Mr. Kurt Weller thinks that the Hotel service was great.

(Mr. Kurt Weller pikir pelayanan di hotel itu sangat baik.)

Mr. Kurt Weller thinks that the Hotel service will be great.

(Mr. Kurt Weller piker pelayanan di hotel itu pastinya akan baik.)

Peraturan 2

Jika verb dalam main clause nya berbentuk past tense, maka verb dalam subordinate clause akan berbentuk past tense yang berhubungan dan sesuai atau cocok (bisa simple past atau past perfect).

Contohnya :

Miss Jane Doe said that she would come to FBI headquarters.

(Miss Jane Doe bilang bahwa ia akan datang ke kantor pusat FBI.)

Miss Tasha wanted to return some archive that she had brought to her house.

(Miss Tashe ingin mengembalikan beberapa arsip yang telah dia bawa kerumahnya.)

Nah walaupun peraturannya menyatakan keterangan seperti di atas, namun ada beberapa pengecualian terhadap peraturan ini. Misalnya saja :

Bentuk verb berupa past tense dalam main clause dapat diikuti dengan bentuk verb present tense pada subordinate clause, hal ini bisa dilakukan saat subordinate clause menyatakan kebenaran umum (universal truth), menceritakan suatu tempat, alasan atau perbandingan. Dan juga saat subordinate clause nya dalam bentuk adjective clause.

Contohnya :

My uncle told me that vitamine A is good for our eyes.

(Paman saya bilang kepada saya bahwa vitamin A itu baik untuk mata kita.

I didn’t pass the test because my English is not good.

(Saya tidak lulus ujian karena kemampuan Bahasa Inggris saya tidak baik.)

Yesterday afternoon I saw a man who sells rabbits.

(Kemarin sore saya melihat seorang laki laki yang menjual kelinci.)

Peraturan 3

Saat subordinate clause nya diawali dengan conjunction of purpose that, perhatikanlah aturan berikut ini :

Gunakan kata “may” saat verb dalam main clause adalah dalam bentuk present tense.

Gunakan kata “might” dalam subordinate clause ketika main clause nya dalam bentuk past tense.

Contohnya :

I study that I may pass.

(Saya belajar maka saya mungkin lulus)

Peraturan 4

Saat main clause nya berbentuk future tense, kita tidak menggunakan future tense juga dalam subordinate clause yang diawali dengan kata berikut : when, until, before, after dan sebagainya.

Contohnya :

I shall wait until you return. Bukan “I shall wait until you will return.”

(Saya akan menunggu hingga kamu kembali.)

Peraturan 5

Ucapan ekspresi seperti : as if, if only, dan wish that umumnya diikuti dengan bentuk past tense.

Contohnya :

She talks as if she knew everything.

(Dia berbicara seakan akan dia tau segalanya.)

Okedeh sobat, kami akhiri dulu pembahasan materi kali ini. Mungkin segini saja yang kami bisa sampaikan seputar sequence of tenses. Walaupun hanya sekedar penjelasan singkat, kami harap sobat bisa memahaminya dengan baik. Terimakasih untuk dukungannya terhadap perkembangan website belajar Bahasa Inggris ini, sampai jumpa lagi lain waktu.

Referensi :

  1. Sequence Of Tenses – http://www.englishpractice.com/improve/sequence-tenses/ – Diakses tanggal 12 November 2016
  2. Sequence Of Tenses – http://www.wordsmile.com/aturan-contoh-kalimat-sequence-of-tenses – Diakses tanggal 12 November 2016

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *