Penjelasan Materi Modal Auxiliary Verbs Dalam Bahasa Inggris


Auxiliary verbs dalam Bahasa Inggris terbagi menjadi dua yaitu Primary Auxiliary Verbs dan juga Modal Auxiliary Verbs. Pada artikel sebelumnya kita telah membahas pengertian dan juga contoh penggunaan primary auxiliary verb. Kini saatnya bagi kita untuk melanjutkan pelajaran dan membahas tentang modal auxiliary verbs.

Materi modal auxiliary kali ini akan mencakup beberapa pembahasan seperti penjelasan atau pengertian modal auxiliary, modal auxiliary list atau daftar kosakata yang termasuk kedalam modal auxiliary, contoh penggunaannya dalam kalimat serta kapan saat yang tepat untuk menggunakan sebuah modal auxiliary. Seperti apa pembahasan materi kita kali ini, ayo langsung saja kita lanjutkan membaca artikel ini sampai selesai. – Bigbanktheories.com

Contoh Modal Auxiliary

Modal Auxiliary Verbs

Inilah Penjelasan Materi Modal Auxiliary Terlengkap

Supaya kamu paham cara penggunaan modal auxiliary verb yang benar, pelajarilah dalam artikel ini tentang pengertian modal auxiliary, contoh modal auxiliary dan informasi lainnya seputar modal auxiliary dalam Bahasa Inggris yang telas kami kemas dengan lengkap dalam artikel kali ini, jika ada yang belum mengerti silahkan cantumkan pertanyaanmu di kolom komentar.

Related: Absolute Phrase Dalam Bahasa Inggris Dan Contoh Kalimatnya

Modal Auxiliary Verb

Modal auxiliary verb memiliki beberapa variasi, contohnya seperti: can, could, may, might, must, shall, should, will dan would yang akan Bigbanktheories.com jelaskan berikut ini.

Can

Can adalah auxiliary verb yang menyatakan kemampuan (ability), possibility (kemungkinan), permission (ijin) dan biasanya ‘can’ dapat diartikan dengan ‘dapat/bisa’

Contoh:

Ability : I can do anything if I want. (Saya dapat melakukan apa saja jika saya menginginkannya)

Possibility : This beautiful bracelet can be yours. (Gelang cantik ini bisa jadi milikmu)

Permission :  Can they join this party? (Dapatkah mereka bergabung di pesta ini?)

Could

Could adalah auxiliary verb yang merupakan bentuk past tense / bentuk lampau dari ‘can’ yang fungsinya adalah sam-sama menyatakan kemampuan (ability), possibility (kemungkinan), permission (ijin) dan ‘could’ dapat diartikan pula dengan ‘dapat/bisa’

Contoh:

Ability : Vestia could come here if she wasn’t busy. (Vestia dapat datang kemari jika dia tidak sibuk)

Possibility : The free cinema tickets could be ours if we came to the mall yesterday. (Tiket bioskop gratis bisa menjadi milik kami jika kami datang ke mall kemarin)

Permission : Could I join this game? (Dapatkah saya bergabung di permainan ini?)

May

May adalah auxiliary verb yang menyatakan permission (ijin) dan probability (kemungkinan di dalam kesempatan) dan biasanya diartikan sebagai ‘mungkin/boleh’

Contoh:

Permission : May I go to the supermarket with my friends, Dad? (Bolehkah saya pergi ke supermarket bersama teman-teman saya, Pak?)

Probability : My brother and I will buy an ice cream if we have finished our homework may be. (Adik saya dan saya akan membeli sebuah es krim jika kami telah selesai mengerjakan pekerjaan rumah kami)

Might

Might adalah auxiliary verb yang merupakan bentuk past tense / bentuk lampau dari ‘may’ yang menyatakan permission (ijin) dan probability (kemungkinan di dalam kesempatan) dan biasanya diartikan sebagai ‘mungkin’

Contoh:

Probability : I might do this report alone if you didn’t come. (Saya mungkin akan mengerjakan laporan ini sendirian jika kamu tidak datang)

Must

Must adalah auxiliary verb yang menyatakan kebutuhan (necessity) dan kesimpulan yang logis (logical conclusion) yang kejadiannya bisa telah terjadi (event in the past), sedang terjadi (event in the present) dan menyatakan suatu kejadian yang berulang (event that repeat). Must biasanya diartikan dengan kata ‘harus’ atau ‘pasti’

Contoh:

Necessity : You must be here by now! (Kamu harus kesini sekarang!)

Logical conclusion (event in the present) : Julia isn’t in her desk now, she must be going somewhere. (Julia tidak di mejanya sekarang, dia pasti sedang ada di suatu tempat)

Logical conclusion(event in the past) : I doesn’t see Mr. Rio, he mustt have left early. (Saya tidak melihat Mr. Rio, dia pasti telah pulang lebih dulu)

Logical conclusion (event that repeat) : Mrs. Bastian is always look healthy and slim, she must exercise a lot. (Mrs. Bastian selalu terlihat sehat dan langsing, dia pasti banyak berolah raga)

Shall

Shall adalah auxiliary verb yang berfungsi menegaskan masa mendatang (future emphasis) dan shall dapat diartikan dengan ‘akan’.

Contoh:

Future emphasis : He shall come tomorrow. (Dia akan datang besok)

Should

Should adalah auxiliary verb yang menyatakan prediksi (prediction), saran (advice) dan kewajiban (obligation) dan biasanya diartikan dengan kata ‘seharusnya’.

Contoh:

Prediction : If Theo met Dessy in the way home, they should talk about me. (Jika Theo bertemu Dessy di jalan pulang kerumah, mereka pasti membicarakan tentang saya)

Advice : The students should study hard if they want to pass the examination. (Para siswa harus belajar dengan giat jika mereka ingin lulus ujian)

Obligation : If you found my book, you should tell me. (jika kamu menemukan buku saya, kamu seharusnya mengatakannya pada saya)

Will

Will adalah auxiliary verb yang menyatakan masa yang akan datang (future) dan dapat diartikan dengan ‘akan’.

Contoh:

Future : I will go to the school tomorrow. (Saya akan pergi ke sekolah besok)

Would

Would adalah auxiliary verb yang berfungsi untuk menyatakan keadaan atau kondisi yang sebenarnya (factual condition) baik itu berupa kondisi yang kemungkinan akan terjadi (possible result) maupun kondisi yang akan berubah di masa lampau (probable changes in past result). ‘Would’ biasa diartikan dengan ‘akan’.

Contoh:

Factual condition (Possible result) : If we went to Bali, we would enjoy more our holiday. (Jika kami pergi ke bali, kami mungkin akan lebih menikmati hari libur kami)

Factual condition (Probable changes in past result) : If Jenny had much money, she would have bought many things. (Jika Jenny mempunyai banyak uang, ia mungkin akan telah membeli banyak barang)

Beberapa hal yang perlu diingat dari penggunaan auxiliary verb:

Apabila menggunakan modal dalam kalimat, maka tidak dapat digunakan modal yang lainnya.

Contoh:

I will can … (Salah)

I will be able … (Benar)

Perhatikan contoh, apabila kita ingin menambahkan kata ‘can’ setelah modal auxiliary verb ‘will’, maka kita harus menggantinya dengan ‘be able’.

Modal auxiliary verb tidak bisa diberikan penambahan ‘-s’ atau ‘-ed’.

Contoh:

He cans … (Salah)
He can … (Benar)

Meskipun he, she dan it adalah pronoun yang kata kerjanya harus di berikan penambahan ‘-s’ atau ‘-es’, namun hal ini tidak berlaku untuk modal. Sama halnya juga dengan akhiran ‘-ed’.

Setelah modal auxiliary verb, tidak boleh diikuti kata ‘to’.

Contoh:

I can to go … (Salah)

I can go … (Benar)

Baiklah sobat, kita akhiri sampai disini dulu Penjelasan Materi Modal Auxiliary Verbs Dalam Bahasa Inggris. Kami harap penjelasan yang kami berikan dalam artikel kali ini dapat dengan mudah dipahami bagi sobat pembaca semua. Jika memang terdapat kesalahan ucapan dalam artikel ini yang membuat pembaca bingung dan jadi terhambat dalam memahami materi diatas, kami mohon maaf dan jangan ragu untuk memberikan masukan membangun bagi blog kami melalui kolom komentar atau kontak kami lewat email.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *