Pengertian Dan Contoh Penggunaan Auxiliary Verb Dalam Kalimat


Teman teman Bigbanktheories yang sekarang sudah duduk di bangku SMA dan kuliah pasti sudah pernah mendengar tentang auxiliary verb yang seringkali juga dikenal dengan sebutan helping verb. Ya, karena namanya ‘verb’, sudah pasti ini adalah salah satu tipe kata kerja (verb). Ada banyak sekali kata kerja yang termasuk dalam auxiliary verb ini, teman-teman juga pastinya pernah mengunakannya dalam pembicaraan berbahasa Inggris hanya saja kemunginan kamu belum tahu jika kata tersebut termasuk dalam auxiliary verb.

Materi kali ini akan menjelaskan secara detail tentang apa itu auxiliary verb, apa sajakah macam-macamnya dan juga beberapa contoh tentang penggunaannya dalam Bahasa Inggris. Harapan kami semoga setelah sobat membaca materi ini, kamu akan bisa lebih memahami dan bisa menggunakan auxiliary verb dengan tepat dalam kalimat dan tidak tertukar satu sama lainnya. – Bigbanktheories.com

Penggunaan Auxiliary Verb

Auxiliary Verb Dalam Bahasa Inggris

Inilah Pengertian Auxiliary Verb Yang Tepat

Auxiliary verb adalah kata kerja bantu (helping verb) yang berfungsi untuk memodifikasi kata kerja utama (main verb). Biasanya auxiliary verb terletak di depan kata kerja utamanya. Beberapa kata kerja bantu yang paling sering digunakan antara lain: have, be dan do (primary auxiliary verb). Selain itu modals yang juga termasuk dalam auxiliary verb adalah: can, could, may, might, will, would, shall, should, must, ought to.

Related: Ini Lho Perbedaan Dan Pengertian Direct And Indirect Objects

Contoh:

I will write a mystery novel. (Saya akan menulis sebuah novel misteri)

Kata ‘will’ dalam kalimat diatas merupakan auxiliary verb yang apabila dihilangkan tidak akan merubah susunan pola kalimat dan hanya akan mengubah sedikit arti dari kalimat tersebut. Namun apabila kata kerja utama (main verb) yaitu ‘write’ yang dihilangkan, maka susunan kalimat akan berubah dan menjadi kalimat rumpang (tidak lengkap).

Kata kerja utama (main verb) dapat ditambahkan hingga tiga auxiliary verb. Perhatikan contoh dibawah ini:

The girls will have been playing barbie. (Anak-anak perempuan akan telah bermain barbie)

Modal Auxiliary Verb : Will

Primary Auxiliary Verb : Have, Been

Seperti yang telah Bigbanktheories.com berikan contoh diatas, kita telah mengetahui bahwa ada dua macam auxiliary verb yaitu Primary Auxiliary Verb dan Modal Auxiliary Verb. Kita akan mempelajari keduanya, namun dalam artikel kali ini kita akan fokus ke pembahasan primary auxiliary verb dulu.

Primary Auxiliary Verb

Primary auxiliary verb dalam beberapa kondisi juga dapat berfungsi menjadi kata kerja utama (main verb). Kata yang termasuk primay auxiliary verb adalah have, be dan do.

Have (have, has, had)

Auxiliary verb ‘have’ berfungsi untuk membentuk kalimat present perfect tense dan past perfect tense.

Contoh:

Present perfect tense : Kori has worked in Thailand since February 2016. (Kori telah bekerja di Thailand sejak bulan Februari 2016)

Past perfect tense : I had already married by the time she said that she loves me. (Saya sudah menikah saat dia mengatakan jika dia mencintai saya)

‘Have’ dapat dipadukan dengan modal untuk menujukkan kemungkinan (possibility) di masa lampau.

Contoh:

He may have eat his breakfast. (Dia mungkin telah memakan sarapannya)

Be (am, is, are, was, were, be, being, been)

Auxiliary verb ‘be’ berfungsi untuk membentuk sebuah kalimat present continous tense maupun past continous tense.

Present tense : am, is, are + v-ing

Past continous tense : was, were + v-ing

Contoh:

Present tense: She is watching television. (Dia sedang menonton televisi)

Past continous tense : Gina was eating popcorn yestercay when I came. (Gina sedang makan popcorn kemarin saat saya datang)

Dapat pula ‘be’ ditambahkan dengan kata ‘will’ untuk membentuk kalimat future continous tense.

Future continous tense : will + be + v-ing

Contoh:

Future continous tense : I will be an artist someday. (Saya akan menjadi seorang artis suatu hari)

Apabila ditambahkan dengan auxiliary verb ‘have’, ‘be’ akan berubah menjadi ‘been’ dan membentuk sebuah kalimat present perfect continous tense ataupun past perfect continous tense.

Present perfect continous tense : have + been + v-ing

Past perfect continous tense: had + been + v-ing

Contoh:

Present perfect continous tense : My sister has been swimming for two hours. (Saudara perempuanku telah berenang selama dua jam)

Past perfect continous tense: Manohara had been trying to do her job. (Manohara telah mencoba mengerjakan pekerjaannya)

Jika ‘be’ ditambahkan dengan auxiliary verb ‘have’ dan ‘will’, maka akan membentuk kalimat future perfect continous tense.

Future perfect continous tense : will + have + been + v-ing

Contoh:

Future perfect continous tense : My husband will have been planting three roses by the end of this month (Suamiku akan telah menanam tiga bunga mawar menjelang akhir bulan ini)

‘Be’ bisa juga untuk membentuk kalimat pasif, baik itu dalam bentuk lampau maupun pada masa sekarang. Pada beberapa keadaan, terkadang setelah auxiliary ‘am, is, are, was dan were’ ada tambahan ‘being’ yang menandakan bahawa kejadiannya sedang berlangsung.

Passive sentence : am, is, are + v3 / was, were + v3

Contoh:

Passive sentence (Past tense) : The bedroom was cleaned by my mother yesterday. (Kamar tidur telah dibersihkan oleh ibu saya kemarin)

Passive sentence (Present Continous) : Your necklace is being repaired by Henry. (Kalungmu sedang diperbaiki oleh Henry)

Do (do, does, did)

Auxiliary verb ‘do’ berfungsi untuk memberikan suatu penekanan pada kalimat indicative (kalimat biasa), imperative (kalimat perintah) dan adverb of frequency (kata keterangan yang menunjukkan tingkat keseringan).

Contoh:

Indicative sentence : I do finish my assignments. (Saya harus menyelesaikan tugas-tugas saya)

Imperative sentence : Do wash your hand. (Cuci tanganmu)

Adverb of frequency : I seldom do clean my desk. (Saya jarang membersihkan meja saya)

‘Do’ juga sering digunakan saat kita ingin mengajukan pertanyaan kepada seseorang. Pertanyannya dapat berupa question tag, yes-no question, w-h question dan bisa juga digunakan untuk mengajuka pertanyaan klarifikasi / clarifying question) yang berhubungan dengan peryataan negative (negative statement) sebelumnya.

Contoh:

Question tag : You love me, don’t you? (Kamu mencintaiku, bukan begitu?)

Yes-no question : Did you see my pen? (Apakah kamu melihat pena ku?)

W-H question : What does she want from me? (Apa yang dia inginkan dariku?)

Clarifying question : I didn’t have any money. Then who did lend it me? (Saya tidak punya uang sama sekali, lalu siapa yang meminjaminya padaku?)

Auxiliary verb ‘do’ bila ditambahkan dengan ‘not’ maka akan membentuk sebuah kalimat negatif (negative sentence).

Contoh:

Negative sentence : I do not like strawberry. (saya tidak suka strawberry)

Fungsi lain auxiliary verb ‘do’ adalah untuk membuat jawaban pendek/singkat.

Contoh:

Short answer : Yes, I do.

‘Do’ apabila dipadukan dengan kata hubung (conjuction) ‘so’ dan ‘neither’ yang fungsinya adalah untuk mengekpresikan persamaan (similiarity) dan perbedaan (differences).

Contoh:

Similiarity : My mother loves chicken curry and so do I. (Ibu saya menyukai kari ayam dan saya juga)

Differences : My friend doesn’t want to go with you; neither do I. (Teman saya tidak ingin pergi bersamamu, saya juga)

Sekian dulu materi dari kami tentang Pengertian Dan Contoh Penggunaan Auxiliary Verb Dalam Kalimat. Semoga bermanfaat ya bagi teman-teman semua yang sedang berusaha mempelajari bahasa Inggris. Tetap semangat dan tidak lupa terima kasih banyak telah berkunjung dan belajar bersama Bigbanktheories.com.

Simpan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *