Delayed Subject Dalam Bahasa Inggris Dan Berbagai Contohnya


Sobat, taukah kamu apa yang dimaksud dengan Delayed Subject atau yang biasa dikenal juga dengan Postponed Subject? Saya rasa banyak orang yang belum pernah mendengar istilah ini sebelumnya ya, padahal kita mungkin sudah berulang kali menggunakannya lho saat kita sedang berbicara dalam Bahasa Inggris.

Jika kita coba tebak dengan memperhatikan namanya, Delayed Subject artinya “subject” yang “ditunda”, karena jika kita terjemahkan, kata “Delay” dan “Postpone” memiliki arti yang sama yaitu “menunda”. Lalu, apa maksudnya “Subject yang ditunda” ini? Nah, kalau sobat merasa penasaran dengan penjelasan lengkapnya, langsung saja deh simak pembahasannya dalam materi berikut ini. – Bigbanktheories.com

Delayed Subject Dalam Bahasa Inggris Dan Berbagai Contohnya

Pengertian Delayed Subject / Postponed Subject

Delayed Subject adalah istilah dalam grammar yang digunakan untuk menamai “subject sejati” dari sebuah kalimat yang muncul setelah main verb (kata kerja utama) kalimat itu. Dengan kata lain, subject kalimat yang sedang kita bicarakan ini letaknya di bagian belakang kalimat dan bukan di awal kalimat seperti letak subject yang umumnya kita ketahui. Inilah sebabnya ia disebut dengan “Delayed Subject” atau “Postponed Subject”, karena memang kemunculanSubject” nya “ditunda” dan tidak dimunculkan di awal kalimat.

Related: Kernel Sentence Dalam Bahasa Inggris

Perlu sobat ketahui bahwa proses pemindahan posisi “Subject” yang biasanya terletak di bagian awal kalimat ke posisi belakang (setelah main verb), kita kenal dengan sebutan Extraposition. Jadi singkatnya, proses perpindahannya disebut Extraposition, sedangkan “Subjectyang dipindahkan disebut “Delayed Subject”.

Pertanyaannya sekarang adalah, mengapa ada Delayed Subject? Mengapa kita tidak berpegangan saja pada pola umum dimana “Subject” kalimat selalu berada di awal kalimat? Bukankah akan lebih mudah bagi kita untuk menemukan “Subject” kalimat jika kita mengikuti pola umum nya saja? Jawaban sederhana yang bisa saya berikan adalah karena “Delayed Subject” ternyata dibutuhkan dalam kondisi tertentu.

Untuk membantu sobat memahami seperti apa sebenarnya contoh Delayed Subject itu dan mengapa ia dibutuhkan dalam kondisi tertentu, saya akan memberikan tiga buah contoh kalimat. Silahkan perhatikan contoh berikut ini:

Contoh 1: The flower is beautiful. (Bunga itu indah.)

Pada contoh di atas, kita menggunakan pola umum / pola normal kalimat yang selama ini kita kenal. Jika saya tanya, apa subject kalimat di atas? Tentu sobat akan langsung menuju ke bagian awal kalimat dan menjawab “The flower”. Sederhana ya. Nah, sekarang perhatikan contoh berikut ini:

Contoh 2: It is a beautiful flower. (Itu adalah bunga yang indah.)

Sekarang, jika saya tanya, apa subject kalimat di atas? Karena kita terbiasa dengan pola bahwa sebuah “subject” akan terletak di awal kalimat, maka mungkin kita akan menjawab bahwa subject kalimat di atas adalah “It”. Jawaban ini tidak salah, namun sebenarnya pronounIt” di sini berperan sebagai “dummy word” atau “anticipatory word” yang menggantikansubject sejati” nya yaitu “a beautiful flower”.

Sederhananya seperti ini sobat, pronounit” yang muncul di awal kalimat di atas sebenarnya mewakili apa sih? Atau apa sih barang nya? Jawabannya tentu “bunga” yang muncul di akhir kalimat itu kan? Nah, inilah maksudnya bahwa kata “it” hanya berperan sebagai “dummy” tadi sobat, karena ia hanya sekedar menggantikansubject sejati” kalimat itu dan menempati kekosongan posisi di awal kalimat karena “subject” nya kita pindah ke belakang. Konstruksi atau pola seperti kalimat di atas inilah yang merupakan contoh penggunaan Delayed Subject dalam kalimat.

Saya yakin saat ini sobat sudah menyadari bahwa ternyata kedua pola kalimat yang saya contohkan di atas adalah contoh kalimat yang sudah sangat sering kita gunakan. Ini artinya, sobat sebenarnya sudah sering menggunakan bentuk Delayed Subject dalam kalimat yang sobat ucapkan. Namun hal ini tetap belum menjawab, mengapa atau dalam kondisi seperti apa Delayed Subject benar-benar kita butuhkan, karena jika kita perhatikan, sebenarnya kedua kalimat di atas “sepertinya” bisa saling menggantikan, karena toh keduanya mengandung makna yang “mirip”.

Hal pertama yang menurut saya perlu kita perhatikan adalah, meski kedua kalimat di atas “mirip”, namun keduanya tetap merupakan bentuk pernyataan yang berbeda. Jika tidak percaya, coba perhatikan berulang-ulang terjemahan kedua kalimat di atas, saya yakin sobat akan bisa merasakan perbedaannya meski memang tidak begitu tegas. Poin kedua yang perlu kita pahami adalah bahwa penggunaan sebuah bahasa itu selalu tentang “efisiensi”, dalam artian bagaimana sebuah “ide” atau “pemikiran” bisa kita ekspresikan dengan singkat namun dapat diterima / dimengerti secara utuh dan mudah oleh orang lain. Coba perhatikan contoh Delayed Subject berikut ini:

Contoh 3: It took a while for me to understand this sentence. (Butuh beberapa saat bagi saya untuk memahami kalimat ini.)

Contoh di atas sebenarnya bisa saja jika kita paksakan ubah dan mengikuti pola umum kalimat, misalnya saja dengan mengubahnya seperti ini: “to understand this sentence took a while for me”, tapi coba kita tanyakan pada diri kita sendiri, versi mana yang lebih familiar bagi kita? Atau versi mana yang lebih mungkin kita pilih jika kita ingin menggunakan kalimat itu? Saya rasa jawabannya tentu versi yang menggunakan Delayed Subject. Selain itu, memang akan lebih cepat dan mudah bagi kita untuk mencerna kalimat di atas yang menggunakan Delayed Subject, karena sebenarnya kita bisa memotong pernyataan tersebut menjadi “It took a while for me” saja, dengan syarat antara pembicara dan pendengar sudah sama-sama tau apa yang diwakili oleh “It”.

Penggunaan Dummy Word (It, There, Here)

Dummy Word atau Anticipatory Word yang bisa digunakan untuk mengisi posisi kosong dari Delayed Subject bukan hanya pronounIt” saja, namun juga ada kataThere” dan “Here”. Nah, pada bagian ini saya yakin akan makin jelas bagi sobat bahwa pada kondisi tertentu, memang Delayed Subject tidak bisa kita hindari.

Dummy Word “It

Dummy word berupa pronoun “It” biasanya digunakan saat Delayed Subject dalam sebuah kalimat berbentuk infinitive phrase, wh-clause atau that-clause. Jangan lupa, bentuk main verb yang kita gunakan dalam kalimat akan menyesuaikan menjadi bentuk singular verb saat kita menggunakan Dummy WordIt”. Perhatikan contoh berikut:

Contoh: It is easy to learn a new language. (Infinitive Phrase)

Contoh: It was amazing what you did yesterday. (Wh-clause)

Contoh: It seems that she hates her new job. (That-clause)

Dummy Word “There

Dummy word berupa kata “There” biasanya digunakan saat Delayed Subject nya berbentuk noun phrase. Sedikit berbeda dengan penggunaan Dummy WordIt”, bentuk verb yang kita gunakan saat Dummy Word nya adalah kata “There” akan menyesuaikan dengan bentuk Delayed Subject nya (plural atau singular). Perhatikan contoh berikut:

Contoh: There is an ancient figurine on the table.

Dummy Word “Here

Sama dengan penjelasan di atas, dummy word berupa kata “Here” juga digunakan bersama Delayed Subject berbentuk noun phrase. Bentuk verb yang digunakan juga menyesuaikan dengan Delayed Subject nya. Perhatikan contoh berikut:

Contoh: Here are some examples of Conditional Sentence Type 2.

Nah, seperti itulah tadi sobat beberapa contoh penggunaan Dummy Word dalam menggantikan Delayed Subject. Setelah melihat beberapa contoh kalimat yang saya sajikan, saya yakin sobat saat ini sudah yakin ya bahwa pada kondisi tertentu penggunaan Delayed Subject memang kita butuhkan.

Contoh Delayed Subject

Berikut ini saya sudah menyiapkan beberapa contoh kalimat yang menggunakan Delayed Subject di dalamnya. Silahkan amati supaya sobat terbiasa dengan bentuk-bentuk kalimat yang mengandung Delayed Subject.

It is not easy to install an electric fuse box by ourselves.

(Tidaklah mudah memasang kotak sekering listrik sendirian.)

There is no one in the room.

(Tidak ada siapapun di ruangan itu.)

It took so long for you to reply my email.

(Butuh waktu lama bagimu untuk membalas email ku.)

There will be an international competition in this hotel next month.

(Akan ada sebuah perlombaan tingkat dunia di hotel ini bulan depan.)

There goes my chance to win the prize.

(Hilanglah sudah kesempatan saya untuk memenangkan hadiah itu.)

Here comes my mother.

(Ini dia ibu saya (sambil melihat ibu kita bergerak kearah kita).)

Seperti itulah kira-kira sobat penjelasan singkat tentang Delayed Subject dalam Bahasa Inggris yang bisa saya sajikan. Saya harap informasi yang saya kemas dalam artikel kali ini bisa sobat pahami dengan mudah. Terimakasih banyak atas perhatianmu, saya akhiri sampai di sini materi kali ini, semoga bermanfaat. Jangan lupa pelajari juga penjelasan materi tentang Delayed Appositive yang telah saya terbitkan dalam tulisan sebelumnya.

Referensi:

  1. Delayed Subjects in English Grammar – https://www.thoughtco.com/delayed-subject-grammar-1690375 – Diakses tanggal 7 Januari 2020
  2. The Delayed Subject with There – https://www.dailywritingtips.com/the-delayed-subject-with-there/ – Diakses tanggal 7 Januari 2020
  3. Delayed Subjects – https://www.kissgrammar.org/ED498/IM/Del_Subj.htm – Diakses tanggal 7 Januari 2020
  4. Delayed Subject with short subject length – https://english.stackexchange.com/questions/188284/delayed-subject-with-short-subject-length – Diakses tanggal 7 Januari 2020
  5. Pengertian, Penggunaan, Contoh Kalimat Delayed Subject – https://www.wordsmile.com/pengertian-contoh-kalimat-delayed-subject – Diakses tanggal 7 Januari 2020
  6. Here Comes somebody / something – https://www.ldoceonline.com/dictionary/here-comes-somebody-something – Diakses tanggal 7 Januari 2020

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *