Dangling Infinitive Beserta Contoh Dan Cara Mengatasinya


Sobat, pernah dengar istilah “Dangling Infinitive”? Jika belum, mungkin bahasan materi kita kali ini akan jadi hal baru bagi sobat. Secara singkat, Dangling Infinitive sebenarnya adalah jenis kesalahan dalam konstruksi kalimat. Sangat wajar kan jika kamu tidak tau istilah ini sebelumnya, karena logikanya untuk apa kita mempelajari “kesalahan”. Tapi kalau kita pikir-pikir lagi, mungkin hal ini penting juga untuk kita pelajari, karena jika kita tau kesalahan seperti apa Dangling Infinitive itu, maka harapannya mungkin kita bisa menghindarinya.

Dangling Infinitive jika kita terjemahkan artinya adalah “infinitive yang nggantung”. Dalam Bahasa Indonesia, kita sudah terbiasa mengasosiasikan kata “nggantung” dengan suatu hal yang “tidak jelas” atau “belum selesai”. Misalnya saja saat kita mengatakan “ah… ceritanya nggantung”, ini artinya bagi kita cerita tersebut nampak seperti “tanggung” atau ya bisa dikatakan “tidak lengkap”. Konsep yang sama sebenarnya terjadi pada Dangling Infinitive ini sobat. Nah, jadi penasaran kan seperti apa pengertian Dangling Infinitive itu, yuk simak selengkapnya di bawah ini. – Bigbanktheories.com

Dangling Infinitive Beserta Contoh Dan Cara Mengatasinya

Dangling Infinitive

Satu aturan yang harus kita pahami di awal supaya kita bisa mengerti apa yang dimaksud dengan Dangling Infinitive itu adalah bahwa pada saat sebuah kalimat dimulai / diawali dengan sebuah Infinitive Phrase, maka subject dari main clause nya haruslah merupakan “agent” atau “pelaku” yang melaksanakan aksi yang disebutkan pada bagian infinitive tadi. Pelan-pelan ya sobat, jika belum paham apa maksudnya, jangan khawatir, yang jelas sobat harus membaca aturan ini dulu di awal supaya sobat bisa paham kenapa kesalahan Dangling Infinitive bisa terjadi.

Related: Pengertian Epithet Dan Contohnya Dalam Bahasa Inggris

Sekarang kita akan merinci penjelasannya dari awal. Kata kunci utama yang kita bahas dalam materi kali ini adalah “Infinitive”. Ini artinya, sobat harus paham apa itu “Infinitive” dalam Bahasa Inggris. Saya akan coba jelaskan secara singkat ya. Infinitive itu bentuk verb dasar yang tidak bisa / tidak mengalami perubahan bentuk dalam kondisi apapun terlepas dari apapun subject kalimatnya.

Sekedar mengingatkan, jika membahas tentang “Infinitive”, sobat tentu sudah familiar dengan dua macam bentuk infinitive dalam Bahasa Inggris yaitu “bare infinitive” dan “to infinitive”. Contoh bare infinitive misalnya: go, take, get, achieve, prepare dan sebagainya. Sedangkan contoh “to infinitive” misalnya: to go, to take, to get, to achieve, to prepare dan sebagainya. Saya rasa sekarang sobat sudah mulai mendapat gambaran jelas ya seperti apa infinitive itu.

Selesai dengan “infinitive” sekarang kita akan berlanjut pada suatu hal yang sedikit lebih besar yaitu “Infinitive Phrase”. Secara sederhana, infinitive phrase bisa dipastikan merupakan jenis frasa yang mengandung infinitive ya. Namun ternyata ada yang perlu kita perhatikan, yang digunakan dalam infinitive phrase selalu bentuk “to infinitive”. Dengan kata lain, sebuah infinitive phrase akan selalu diawali dengan kata “to” kemudian diikuti bentuk dasar dari sebuah verb (kata kerja). Contoh infinitive phrase misalnya: to cook omelette, to wash the dishes, to prepare wonderful dinner, to win the competition, dan sebagainya.

Infinitive phrase seperti yang saya contohkan di atas ternyata bisa kita gunakan sebagai pembuka suatu pernyataan, artinya ia bisa mengawali sebuah kalimat. Nah, di sinilah masalahnya berawal. Pada saat digunakan di awal kalimat, sebuah infinitive phrase akan berperan sebagai sub-clause. Intinya, keutuhan maknanya akan sangat bergantung dengan main clause atau klausa utama dari kalimat tersebut. Nah, sekarang coba sobat baca lagi aturan utama yang saya sampaikan di awal. Jika sudah kita akan melanjutkan pembahasan kita.

Dari peraturan utama yang saya sampaikan di awal pembahasan materi ini, sobat tentu memperhatikan bahwa ada kata kunci penting di sana, yaitu apabila sebuah kalimat diawali dengan infinitive phrase, maka subject dari main clause nya haruslah merupakan “agent” atau “pelakuyang melaksanakan aksi yang disebutkan pada bagian infinitive tadi. Ingat! Ini merupakan sebuah keharusan. Jika sobat mengikuti aturan ini, sebenarnya Dangling Infinitive tidak akan terjadi. Misalnya saja seperti dalam contoh berikut ini:

Contoh: “To cook omelette, you need at least two eggs.”

Kalimat di atas diawali dengan sebuah infinitive phrase. Jika kita perhatikan pada bagian main clause muncul subjectyou” yang akan menjadi agent yang melaksanakan aksi yang disebutkan pada bagian infinitive phrase di awal yaitu “memasak telur dadar”. Pada contoh kalimat ini, Dangling Infinitive tidak terjadi, karena kalimat tersebut sudah sesuai aturan utama yang kita sepakati dari awal. Lalu pertanyaannya, kapan Dangling Infinitive muncul? Coba perhatikan contoh kalimat berikut:

Contoh: “To cook omelette, at least two eggs are needed.” (Untuk memasak telur dadar, setidaknya dibutuhkan dua butir telur)

Jika dibaca sekilas, menurutmu ada yang salah tidak dengan kalimat di atas? Mungkin umumnya kita tidak merasa ada yang salah ya dengan contoh kalimat tersebut. Maknanya terdengar utuh bagi kita, pesan yang ingin disampaikan bisa kita tangkap dengan baik, konstruksi kalimatnya pun rasanya enak didengar. Nah, kondisi seperti inilah yang membuat banyak orang terjebak dan tidak menyadari bahwa konstruksi kalimat di atas mengalami kesalahan yang kita kenal dengan Dangling Infinitive sobat.

Perasaan kita yang mengatakan bahwa konstruksi kalimatnya “sepertinya benar” inilah yang menyebabkan pemahaman akan Dangling Infinitive menjadi penting. Coba sekarang saya tanya, adakah subject yang akan menjadi pelaksana tindakan yang disebutkan di bagian infinitive phrase pada contoh kalimat di atas? Tidak ada kan, nah itulah kondisimenggantung” yang dimaksud dalam Dangling Infinitive, dimana ada sebuah bentuk infinitive yang “tak bertuan” atau tidak ada pelaksananya. Ternyata kasus seperti ini umumnya terjadi pada saat kita berusaha membentuk kalimat pasif, sehingga kita cenderung menghilangkan subject kalimatnya tanpa tau bahwa ada aturan utama yang sudah saya sebutkan di awal artikel ini.

Bagaimana sobat, bisa dipahami kan sekarang seperti apa yang dimaksud dengan Dangling Infinitive itu? Saya harap begitu ya. Jika sobat masih bingung, cobalah baca lagi penjelasan ini dari awal.

Contoh Dangling Infinitive Dan Perbaikannya

Setelah sobat memahami konsep Dangling Infinitive, kini saatnya saya menyajikan beberapa contoh kesalahan yang tergolong kedalam Dangling Infinitive beserta versi perbaikannya. Silahkan perhatikan beberapa contoh berikut ini:

“To get the agreement, experience in marketing is needed.”

Pada kalimat tersebut belum jelas siapa yang memerlukan pengalaman dalam hal penjualan. Bisa jadi itu adalah suatu perusahaan, individu atau apapun. Oleh karena itu kita hanya perlu menambahkan subjek di dalamnya. Misalnya seperti ini:

“To get the agreement, you need to have experience in marketing.”

Karena telah diberikan subjek, maka kalimatnya pun berubah. Tadinya, kita menggunakan passive voice, namun karena subjek sudah jelas dan berupa kalimat imperative maka struktur yang digunakan adalah simple tense. Dalam konteks makna, sudah jelas bahwa yang harus memiliki pengalaman penjualan adalah si lawan bicara yaitu “you”.

Mari kita perhatikan lagi contoh Dangling Infinitive dan revisinya pada kalimat berikut ini:

“To achieve target in marketing, creating a product list is important.”

Pada kalimat tersebut subjek pun belum jelas. Tidak diketahui siapa yang harus membuat daftar produk pada konteks kalimat tersebut. Dengan menggunakan contoh kali ini, kita akan mencoba dua cara untuk merevisi Dangling Infinitive, yaitu pertama dengan memunculkan subject pada main clause, dan yang kedua dengan cara mengubah infinitive phrase menjadi sebuah klausa.

To achieve target in marketing, you must create a product list. (memunculkan subject)

If you wish to achieve target in marketing, creating a product list is important. (mengubah menjadi klausa)

If you wish to achieve target in marketing, you must create a product list. (gabungan)

Begitulah sobat cara menangani kesalahan dalam bentuk Dangling Infinitive. Saya harap setelah membaca penjelasan ini sobat bisa menghindari bentuk kesalahan ini dalam kalimat. Kunci utamanya adalah dengan mengingat aturan yang saya sampaikan di awal tadi. Saya harap materi kali ini bermanfaat, saya tunggu kunjungan serta komentar dari sobat. Semoga kita bisa bertemu lagi dalam kesempatan lainnya. Saya akhiri sampai di sini, silahkan lanjutkan dengan materi yang berjudul Cumulative Adjective Beserta Contoh Dan Urutan Penyusunannya.

Referensi:

  1. Dangling Infinitives – http://www.shearsoneditorial.com/2011/03/dangling-infinitives/ – Diakses tanggal 3 November 2019
  2. Pengertian, Solusi dan Contoh Kalimat Dangling Infinitive – https://www.wordsmile.com/pengertian-contoh-kalimat-dangling-infinitive – Diakses tanggal 3 November 2019
  3. How to avoid Dangling Infinitives – https://www.dummies.com/education/language-arts/grammar/how-to-avoid-dangling-infinitives/ – Diakses tanggal 3 November 2019

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *