Contoh Narrative Text Tentang Si Pitung Dan Terjemahannya


Contoh narrative text kali ini akan menampilkan cerita Si Pitung dalam Bahasa Inggris. Cerita rakyat yang satu ini berasal dari daerah Jakarta. Terdapat beberapa versi dari cerita ini, namun salah satu yang paling terkenal adalah versi yang menceritakan bahwa Si Pitung merupakan tokoh pahlawan legendaris pada masa penjajahan Belanda bagi masyarakat Betawi. Kisah perjuangan Si Pitung dengan aksi heroik nya memiliki kemiripan dengan cerita Robin Hood yang berasal dari Inggris, dan karena itu, tokoh Si Pitung sering dijuluki sebagai “Robin Hood nya orang Betawi”. Seperti apa ya cerita lengkapnya? Buat kamu yang penasaran dengan kisah Si Pitung dari Betawi ini, langsung saja deh baca selengkapnya dalam artikel ini.

Teks bacaan Bahasa Inggris kali ini merupakan bagian dari 20 Contoh Narrative Text Panjang Dalam Bentuk Cerita Rakyat. Silahkan kunjungi dan baca satu persatu cerita yang saya sajikan di sana jika saat ini sobat sedang mempelajari materi Bahasa Inggris tentang jenis teks narrative di sekolah. Dengan semakin banyak contoh text yang kamu baca, maka kemampuanmu dalam memahami isi bacaan serta membuat tulisan dari jenis teks yang sama pun pasti akan meningkat. Selain itu, karena kisah yang saya tampilkan memiliki tema cerita rakyat, maka saat kamu membaca contoh yang saya sajikan di sana, kamu tidak hanya mengasah kemampuan Bahasa Inggris mu saja, namun kamu juga akan memperluas wawasanmu seputar kekayaan budaya nusantara disaat yang sama. Selamat membaca dan semoga kamu menyukai nya. – Bigbanktheories.com

Cerita Rakyat Si Pitung Dalam Bahasa Inggris

Contoh Narrative Text Tentang Si Pitung Dan Terjemahannya

Contoh Narrative Text Tentang Si Pitung

Seperti yang sudah saya sebutkan di atas bahwa cerita rakyat tentang tokoh dari Betawi yang bernama Si Pitung ini memiliki beberapa versi. Dari beberapa sumber yang saya temukan di internet, akhirnya saya memutuskan untuk mengangkat versi cerita di bawah ini. Jika sobat merasa versi yang saya sampaikan dalam artikel kali ini bukanlah cerita yang tepat, saya minta maaf dan saya harap sobat bisa memaklumi nya, karena saya bukan merupakan ahli sejarah dan tulisan ini dibuat semata-mata demi tujuan pembelajaran bahasa saja. Terlepas dari benar atau tidak nya versi cerita kali ini, saya harap sobat semua bisa terhibur dengan bacaan yang saya sajikan.

Related: Surat Perjanjian Bisnis Dalam Bahasa Inggris Yang Formal

Si Pitung

During the colonial age in Indonesia, there lived a boy with his family in a small village called Rawabelong. His name was Pitung. His father was a farmer and his name was Pak Piun and his mother was Bu Pinah. He had three siblings.

Since he was a child he learned martial arts and also knowledge about Islam from a man by the name Haji Naipin, a famous spiritual teacher in Rawabelong. Pitung was a diligent student. He practiced anything that his teacher taught him every day. He became skillful in no time and his teacher became even more fond of him. His teacher even decided to teach him everything that he knows including a very powerful magic called Pancasona. It is a magical power that will make anyone who learned it to be invulnerable or weapon resistant.

All of his knowledge and ability didn’t make him to be arrogant. He was always humble and kind to anyone. He always helped his father at the paddy field, helped his mother at home and even sometimes he also helped his neighbors whenever they needed his help. This attitude was the reason why all people in his village like him.

One day, Pitung witnessed some thugs seized of the villagers livestock and crop forcefully. This was not actually the first time something like this happened in the village, but it was his first experience to see it happened in front of him. The villagers were not dare to fight, because they were sent by the landlord, so they just hide inside their house as the thugs collected their livestock and crop. He got mad and he challenged the thugs to fight him. The thugs laughed at his challenge because he was alone and they thought that it would be very easy for them to beat him.

They started to attack him, but Pitung was so agile that he could dodge almost all of their move. The thugs quickly loose their temper because their attack seemed to have no effect on Pitung at all, so they attacked him ferociously. When the thugs’ move seemed to get slow, Pitung launched his attack and he took them down one by one so easily. After that, the thugs ran away, but before that they threatened him that they would report his action to the landlord. When the thugs had gone, the villagers went out from their house and thanked him for his help.

Ever since that day, Pitung decided to protect his village from thugs and evil landlord who sent them. Every time some thugs were sent to seize the villagers belongings, Pitung would show up and face them. He managed to win every fight with the thugs as he is very skillful, and his name became even more famous than before.

After having a fight with Pitung, some of the thugs realize their wrongdoing and decided to stop doing that. They changed into a better person and they became Pitung’s friend. As their number got bigger, Pitung decided to assembled a group. With this group, Pitung robbed the house of some landlords and rich people and after that they shared the spoils with the poor and the villager.

Pitung and his group became famous among the villager for what they did. Unfortunately, there are other groups who used Pitung’s name to rob rich people for their own benefit. The landlords and rich people became uneasy with this condition. They reported it to colonial government and the colonial government reacted by sending its troops to catch Pitung and his group.

Knowing that he had become a fugitive, Pitung and his group decided to flee from their village. They move from one place to another to make it hard fot the authorities to catch them. During their time on the run, they kept doing their action, they took the wealth of the rich and landlords and then share it with the poor until one day they got caught when they were doing their action in a landlords house. Pitung let the authorities caught him so his group could flee.

The authorities put Pitung in a jail in Grogol. One night, Pitung escaped from the jail by climbing to the roof. The guards were shocked to find an empty cell in the morning. They became even more convinced that Pitung has supernatural power after that.

The authorities realized that it was not going to be easy to catch Pitung for the second time, so they decided to catch his father and his teacher instead and they asked Pitung to surrender in exchange for their safety. Pitung agreed to trade himself for the safety of Pak Piun and Haji Naipin, so they arranged the meeting.

When the day had come, Pitung went to the meeting location. There were already colonial troops guarding the place. He could see his father and his teacher in that place. He asked the authorities to release them first before he surrender. The commander of the troops agreed to his request and command one of his soldiers to release Pak Piun and Haji Naipin. When he saw that his father and his teacher were safe, he walked toward the troops to surrender. The commander was so happy that he managed to catch a famous fugitive like Pitung, so he said “Finally, I catch you, Pitung”. Right before the soldier grab him, Pitung said “You got me, but not for long. I will escape from your prison again”. The commander got mad when he heard it, so he changed his mind about catching him. He made a few steps backward and he gave signal to the troop to shoot Pitung, and with his single hand move all of the soldiers fired their gun toward Pitung’s body and in instant Pitung’s body fell to the ground.

Terjemahan Contoh Narrative Text Tentang Si Pitung

Si Pitung

Pada masa penjajahan di Indonesia, hiduplah seorang anak laki-laki bersama keluarga nya di sebuah desa kecil bernama Rawabelong. Nama nya adalah Pitung. Ayahnya adalah seorang petani dan namanya adalah Pak Piun dan ibu nya adalah Bu Pinah. Dia mempunyai tiga saudara kandung.

Sejak dia masih kecil dia belajar seni beladiri dan juga pengetahuan tentang Islam dari seorang pria bernama Haji Naipin, seorang guru agama terkenal di Rawabelong. Pitung merupakan seorang siswa yang rajin. Dia berlatih apapun yang diajarkan guru nya setiap hari. Dia menjadi terampil dalam waktu yang singkat dan guru nya pun menjadi semakin sayang kepada nya. Guru nya bahkan memutuskan untuk mengajarkannya segala hal yang ia tau termasuk sebuah ilmu yang sangat kuat yang disebut Pancasona. Itu merupakan sebuah kekuatan gaib yang akan membuat siapapun yang mempelajari nya menjadi kebal atau tahan terhadap senjata.

Semua pengetahuan dan kemampuan yang dimiliknya tidak membuatnya menjadi sombong. Dia selalu rendah hati dan baik kepada siapa saja. Dia selalu membantu ayah nya di sawah, membantu ibu nya di rumah dan bahkan terkadang dia juga membantu tetangga-tetangga nya disaat mereka membutuhkan bantuannya. Sikap ini merupakan alasan mengapa semua orang di desa nya menyukai nya.

Pada suatu hari, Pitung menyaksikan beberapa penjahat merampas hewan ternak serta hasil panen milik warga secara paksa. Ini sebenarnya bukan merupakan pertama kali nya hal seperti ini terjadi di desa itu, namun ini pengalaman pertamanya menyaksikan hal itu terjadi dihadapannya. Penduduk desa tidak berani melawan, karena mereka itu dikirim oleh tuan tanah, jadi mereka hanya bisa bersembunyi di dalam rumah mereka disaat para penjahat itu mengumpulkan hewan ternak serta hasil panen mereka. Dia menjadi marah dan dia menantang para penjahat itu untuk bertarung dengannya. Para penjahat itu tertawa atas tantangannya karena dia sendirian dan mereka pikir itu akan sangat mudah bagi mereka untuk mengalahkannya.

Mereka mulai menyerang nya, namun Pitung sangat gesit hingga dia bisa mengelak hampir seluruh gerakan mereka. Para penjahat itu dengan cepat kehilangan kesabaran mereka karena serangan mereka terlihat tidak berdampak sama sekali pada Pitung, jadi mereka menyerang nya dengan ganas. Saat gerakan para penjahat itu mulai terlihat melambat, Pitung meluncurkan serangannya dan dia mengalahkan mereka satu per satu dengan sangat mudah. Setelah itu, para penjahat itu kabur, namun sebelum itu mereka mengancam nya bahwa mereka akan melaporkan perbuatannya pada tuan tanah. Saat para penjahat sudah pergi, para penduduk desa keluar dari rumah mereka dan berterimakasih pada nya atas pertolongannya.

Semenjak hari itu, Pitung memutuskan untuk melindungi desa nya dari para penjahat dan tuan tanah yang kejam yang mengirim mereka. Setiap kali beberapa penjahat dikirim untuk merampas barang milik penduduk desa, Pitung akan muncul dan menghadapi mereka. Dia berhasil memenangkan setiap pertarungan dengan para penjahat itu karena dia sangat mahir, dan nama nya menjadi semakin terkenal dari sebelumnya.

Setelah bertarung melawan Pitung, beberapa penjahat itu menyadari kesalahan mereka dan memutuskan untuk berhenti melakukan itu. Mereka berubah menjadi pribadi yang lebih baik dan mereka menjadi teman Pitung. Seiring bertambahnya jumlah mereka, Pitung memutuskan untuk membentuk sebuah kelompok. Bersama kelompok ini, Pitung merampok rumah beberapa tuan tanah dan orang kaya dan setelah nya mereka membagikan hasil rampasan itu dengan orang miskin dan penduduk desa.

Pitung dan kelompoknya menjadi terkenal di kalangan penduduk desa atas apa yang mereka lakukan. Sayangnya, ada beberapa kelompok lain yang menggunakan nama Pitung untuk merampok orang kaya demi keuntungan mereka sendiri. Para tuan tanah dan orang kaya menjadi resah dengan keadaan ini. Mereka melaporkan hal itu pada pemerintah kolonial dan pemerintah kolonial bereaksi dengan mengirimkan pasukannya untuk menangkap Pitung dan kelompoknya.

Mengetahui bahwa diri nya telah menjadi buronan, Pitung dan kelompoknya memutuskan untuk melarikan diri dari desa mereka. Mereka berpindah dari satu tempat ke tempat yang lain untuk menyulitkan pihak berwajib untuk menangkap mereka. Selama masa pelarian mereka, mereka tetap melakukan aksi mereka, mereka mengambil kekayaan dari orang kaya dan tuan tanah dan kemudian membagikannya pada orang miskin hingga suatu hari mereka tertangkap saat mereka sedang melakukan aksi nya di rumah seorang tuan tanah. Pitung membiarkan pihak berwajib menangkap dirinya sehingga kelompoknya bisa melarikan diri.

Pihak berwajib menempatkan Pitung di sebuah penjara di Grogol. Pada suatu malam, Pitung melarikan diri dari penjara itu dengan memanjat ke atap. Penjaga penjara terkejut saat menemukan sel yang kosong di pagi hari. Mereka menjadi semakin yakin bahwa Pitung memiliki kekuatan gaib setelah itu.

Pihak berwajib menyadari bahwa tidak akan mudah untuk menangkap Pitung kedua kali, jadi mereka memutuskan untuk menangkap ayah dan guru nya sebagai gantinya dan mereka meminta Pitung untuk menyerahkan diri sebagai gantinya untuk keselamatan mereka. Pitung setuju untuk menukar diri nya untuk keselamatan Pak Piun dan Haji Naipin, jadi mereka mengatur pertemuan.

Saat hari yang telah disepakati tiba, Pitung pergi ke lokasi pertemuan. Sudah ada pasukan kolonial menjaga tempat itu. Dia bisa melihat ayah dan guru nya di sana. Dia meminta pihak berwajib untuk melepaskan mereka terlebih dahulu sebelum dia menyerahkan diri. Pimpinan pasukan itu setuju dengan permintaannya dan memerintahkan salah satu prajurit nya untuk melepaskan Pak Piun dan Haji Naipin. Saat dia melihat bahwa ayah dan guru nya telah aman, dia berjalan ke arah pasukan itu untuk menyerahkan diri. Pemimpin pasukan sangat senang karena dia berhasil menangkap buronan terkenal seperti Pitung, kemudian dia berkata “Akhirnya, aku menangkap mu, Pitung”. Tepat sebelum prajurit itu menangkap nya, Pitung berkata “Ya kamu berhasil menangkap saya, tapi tidak untuk waktu yang lama. Saya akan lolos dari penjara mu lagi”. Pemimpin pasukan itu menjadi marah saat dia mendengar hal ini, jadi dia merubah pikiran nya tentang menangkap dia. Dia melangkah beberapa kali ke belakang dan memberi sinyal pada pasukan nya untuk menembak Pitung, dan dengan satu kali gerakan tangan nya semua prajurit menembakkan senjata mereka kearah tubuh Pitung dan seketika tubuh Pitung jatuh ke tanah.

Itulah tadi sobat contoh narrative text Bahasa Inggris tentang Si Pitung dari Betawi. Semoga apa yang saya sajikan dalam tulisan kali ini bisa menambah wawasanmu ya. Terimakasih banyak untuk waktu yang telah kamu luangkan untuk membaca tulisan ini hingga selesai,sampai ketemu di artikel lainnya dan jangan lupa baca juga Contoh Narrative Text Tentang Damarwulan Dan Terjemahannya.

Referensi:

  1. Si Pitung – http://ceritarakyatnusantara.com/id/folklore/161-si-pitung# – Diakses tanggal 18 Maret 2018
  2. Si Pitung – https://id.wikipedia.org/wiki/Si_Pitung – Diakses tanggal 18 Maret 2018

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *