Contoh Narrative Text Tentang Sang Kabelah Dan Terjemahannya


Happy weekend all, I hope you enjoy this weekend. Untuk menemani hari libur kamu, mimin ingin menghadirkan sebuah contoh narrative text dengan judul Sang Kabelah. Menurut sumber yang saya temukan di internet, cerita rakyat yang satu ini berasal dari daerah Lampung lho. Hmm kalo denger kata Lampung, yang terbayang di pikiran saya itu biasanya ada tiga hal, yang pertama itu keripik pisang hehe, yang kedua Siger dan yang ketiga adalah Gajah. Ketiga hal ini seperti nya memang menjadi ciri khas daerah Lampung ya guys, bagaimana menurutmu?

Teks narrative dalam Bahasa Inggris kali ini saya kelompokkan kedalam 20 Contoh Narrative Text Panjang Dalam Bentuk Cerita Rakyat. Saat sobat membaca judul dari kumpulan teks tersebut, mungkin sobat penasaran ya, memang nya ada contoh narrative text selain dalam bentuk cerita rakyat? Jawabannya tentu saja ada, misalnya saja seperti legenda, mitos dan juga fairy tales atau dongeng. Mungkin memang tidak mudah bagi kita untuk memahami perbedaan antara jenis-jenis narrative text itu, namun pada dasarnya semua nya memiliki struktur teks atau generic structure yang sama yaitu: Orientation, Complication, Resolution dan Re-orientation yang bersifat optional dan kadang digantikan dengan Coda. Selama sobat sudah memahami susunan informasi dalam sebuah narrative text ini, saya yakin kamu pasti akan bisa mengenali contoh-contoh nya. – Bigbanktheories.com

Cerita Rakyat Sang Kabelah Dalam Bahasa Inggris

Contoh Narrative Text Tentang Sang Kabelah Dan Terjemahannya

Contoh Narrative Text Tentang Sang Kabelah

Cerita tentang Sang Kabelah mengisahkan tentang seseorang yang terlahir dengan kondisi dimana ia hanya memiliki setengah bagian dari tubuh nya. Hal ini pun menjadi konflik atau masalah dalam cerita ini, karena kondisi fisik nya ini membuat Sang Kabelah sering kali diejek oleh teman-teman yang ada di lingkungan tempat tinggal nya. Bagaimana kelanjutan cerita ini ya? Yuk simak dalam contoh narrative text barikut ini.

Related: Contoh Descriptive Text Terbaru Tentang Zinedine Zidane

Sang Kabelah

Long long time ago, in a small village in Lampung, there lived a happy couple. Every day, they helped each other to work at the small farm in their backyard. They love each other and they were never feel unhappy, but there was one thing that they both expected to happen since a very long time, and it was having a child.

They had tried so many ways to get pregnant, but none of it seemed to work. They didn’t regret the result of their hard work and they devoted all of their hope to the God. They always pray to the God every day, asking the same request over and over again in their prayer, “Please help us, we really want a child. We will be grateful although the child only has a half body and we will always love the child fully” asked them sincerely.

One day, their prayer were answered. The wife of the man finally got pregnant. They were very happy for it. They kept the pregnancy well until the day to give birth came. They were surprised to find out the condition of their baby. The baby boy only had one ear, one eye, one hand and also one foot, just like they ask in their prayer. They didn’t regret it at all and they named the baby Kabelah.

The time goes by and Kabelah had grown into a teenager. He was healthy and always happy when he was at home with his parents, but he didn’t have friend because all teenager at his neighborhood considered him as a freak with his physical appearance. He was so sad when other people treated him that way. He tried to be patient until one day he just couldn’t bear it anymore so he decided to go on a journey to find the God to get answer about his condition.

Kabelah’s parents tried to stop him, but he had made up his mind, so they had no other choice but to let him go on his journey. Finally, Kabelah started his journey. He brought some supplies for his journey such as food and spare clothes. He said good bye to his parents and ask them to pray for his safety.

He had no idea of where to go, so he just kept on walking as long as he still had energy, and when he was tired, he would find a place to sleep and rest for a while. One day, he ran into an old man who was sitting on a huge stone in a jungle. Kabelah stopped in front of him and asked him “I am sorry to disturb your meditation, Sir. My name is Kabelah, I am on a journey to find the God, could you possibly tell me where to go?”. The old man opened his eyes and said “Hey you freak, listen to me! I have been meditating in this place for years just to find the God, and I still couldn’t find Him until now. With your condition, I believe you will never find Him. Now, Get out of here!” Said the old man rudely.

Kabelah was so shocked and sad to hear the answer from the old man, but he didn’t get angry to him. He decided to continue his journey. He tried to find a path to get out of the jungle and when he find it, he accidentaly ran into a group of robber. They stopped him and asked him to give them any valuable things that he brought. Kabelah tried to be brave and said “I’m so sorry Sirs, I don’t have anything valuable to you. Please let me pass, I’m on a journey to find the God and I have nothing to give to you”. One of the robber took pity on him and told his group to let him pass. Kabelah was so grateful and said “Thank you so much Sirs, I promise I will return to this place when I have found the God”. After that they say good bye to each other.

Kabelah continued his journey and he kept walking until the night was coming. He tried to find a place to sleep and he found a small cave nearby. He walked into the cave and suddenly he felt so sleepy and then he just passed out. When he was unconscious, he dreamt that he was in a very beautiful place that he never saw before in his life. The place felt so calm and relaxing. Kabelah decided to pray to God. He said “God, I’m so grateful for the life that you have given to me. Right now, I need to understand about my condition, please help me”. Suddenly, he woke up. He felt something strange on his body and he was so shocked when he saw that he had two hands and two feet. After that he tried to find some water around the cave to see his reflection on it and he became even more surprised when he found out that the had a complete face right now, with two ears and two eyes. He was so grateful at that moment and said “Thank you God, Thank you so much”.

Feeling successful on his quest, Kabelah decided to return to his village. He can only imagine how happy his parents would be when they saw his condition right now. He walked through the same path that he use when he left the village. On his journey back to his village, he met again with the group of robber that he met earlier and he told his story to them. Kabelah’s story made all members of the robber group believed in God again and realized their mistake. They decided to stop doing the robbery and all of them became farmers. Kabelah also met the old man who talked rudely to him earlier and he also told the man his story. The old man regretted his attitude and apologized to Kabelah. The old man also changed his attitude ever since that day.

Finally, Kabelah arrived at his house. His parents were so happy to see his current condition. They invited all people in their village to a dinner to show their gratitude to God for a miracle that had been given to their child. During the dinner, they also gave a new name for Kabelah, and the new name was Muhammad Syukur. They forgave all people who used to treat Kabelah badly and they live happily ever after.

Terjemahan Contoh Narrative Text Tentang Sang Kabelah

Sang Kabelah

Pada jaman dahulu kala, di sebuah desa kecil di Lampung, hiduplah sepasang suami istri yang bahagia. Setiap hari mereka saling membantu dalam bekerja di perkebunan kecil di halaman belakang mereka. Mereka saling mencintai dan mereka tidak pernah merasa tidak bahagia, namun ada satu hal yang telah lama mereka inginkan terjadi, dan itu adalah memiliki seorang anak.

Mereka telah mencoba berbagai macam cara untuk bisa mengandung, namun tidak satupun yang memberikan hasil. Mereka tidak menyesali hasil dari usaha mereka itu dan mereka mencurahkan semua harapan mereka pada tuhan. Mereka selalu berdoa pada tuhan setiap hari, meminta hal yang sama berulang-ulang dalam doa mereka, “Tolong kami, kami sangat menginginkan seorang anak. Kami akan sangat bersyukur meskipun anak itu hanya memiliki setengah tubuh dan kami akan selalu mencintai anak itu secara utuh” pinta mereka dengan tulus.

Pada suatu hari, doa mereka dijawab. Istri sang pria itu akhirnya mengandung. Mereka sangat bahagia akan hal itu. Mereka menjaga kehamilan itu dengan baik hingga hari kelahiran pun tiba. Mereka sangat terkejut saat mengetahui keadaan sang bayi. Bayi laki-laki itu hanya memiliki satu telinga, satu mata, satu tangan dan juga satu kaki, sama seperti yang mereka minta dalam doa mereka. Mereka tidak menyesali hal itu sama sekali dan mereka menamai bayi itu Kabelah.

Waktu berlalu dan Kabelah telah tumbuh menjadi seorang remaja. Dia sehat dan selalu bahagia saat dia berada di rumah bersama kedua orang tua nya, namun dia tidak memiliki teman karena semua remaja di sekitar tempat tinggal nya menganggap nya sebagai seorang yang aneh dengan penampilan fisik nya. Dia sangat sedih ketika orang lain memperlakukan nya seperti itu. Dia mencoba untuk bersabar hingga suatu hari dia sudah tak sanggup menahannya lagi sehingga dia pun memutuskan untuk melakukan perjalanan untuk menemukan tuhan dan memperoleh jawaban akan keadaannya ini.

Orang tua Kabelah mencoba menghentikan nya, namun dia telah membuat keputusan, jadi mereka tidak memiliki pilihan lain selain membiarkannya melakukan perjalanan itu. Akhirnya, Kabelah memulai perjalanannya. Dia membawa beberapa bekal untuk perjalanannya itu seperti makanan dan pakaian. Dia berpamitan dengan orang tua nya dan meminta mereka mendoakan keselamatannya.

Dia tidak tau harus kemana, jadi dia terus saja berjalan selama dia masih memiliki tenaga, dan ketika dia lelah, dia akan mencari tempat untuk tidur dan beristirahat sejenak. Suatu hari, dia bertemu dengan seorang pria tua yang sedang duduk di atas batu besar di sebuah hutan. Kabelah berhenti di hadapannya dan bertanya padanya “Maafkan aku mengganggu meditasi mu, Pak. Namaku adalah Kabelah, aku sedang dalam perjalanan mencari Tuhan, bisakah bapak menunjukkan kearah mana saya harus pergi?”. Pria tua itu membuka matanya dan berkata “Hey kamu orang aneh, dengarkan aku! Aku telah bermeditasi di tempat ini selama bertahun-tahun untuk menemukan Tuhan, dan kau masih tidak bisa menemukannya hingga saat ini. Dengan kondisi kamu, aku yakin kamu tak akan pernah menemukan Nya. Sekarang, pergi dari sini!” kata pria tua itu dengan kasar.

Kabelah sangat terkejut dan sedih mendengar jawaban dari pria tua itu, namun dia tidak marah pada nya. Dia memutuskan untuk melanjutkan perjalanannya. Dia mencoba menemukan jalan untuk keluar dari hutan itu dan saat dia menemukannya, secara tidak sengaja dia bertemu dengan sekumpulan perampok. Mereka menghentikannya dan memintanya untuk menyerahkan segala barang berharga yang dia bawa. Kabelah mencoba untuk memberanikan diri dan berkata “Maafkan aku tuan-tuan, aku tidak memiliki barang berharga apapun bagimu. Tolong ijinkan aku lewat, aku sedang dalam perjalanan untuk mencari Tuhan dan aku tidak memiliki apa-apa yang bisa aku berikan padamu”. Salah satu perampok itu merasa kasihan padanya dan mengatakan pada kelompok nya untuk membiarkannya lewat. Kabelah sangat bersyukur dan dia berkata “Terimakasih banyak tuan-tuan, saya berjanjisaya akan kembali ke sini saat saya telah menemukan Tuhan”. Setelah itu mereka saling berpamitan.

Kabelah melanjutkan perjalanannya dan terus berjalan hingga malam pun tiba. Dia mencoba mencari tempat untuk tidur dan dia menemukan sebuah gua kecil di sekitar situ. Dia berjalan memasuki gua itu dan tiba-tiba dia merasa sangat mengantuk dan dia langsung pingsan. Saat dia sedang tidak sadar, dia bermimpi sedang berada di sebuah tempat yang sangat indah yang belum pernah dilihatnya selama ini dalam hidupnya. Tempat itu terasa sangat tenang dan nyaman. Kabelah memutuskan untuk berdoa pada Tuhan. Dia berkata “Tuhan, aku sangat bersyukur atas kehidupan yang telah kau berikan padaku. Saat ini, aku perlu memahami tentang keadaanku ini, aku mohon tolonglah aku”. Tiba-tiba, dia terbangun. Dia merasakan sesuatu yang aneh pada tubuhnya dan dia sangat terkejut saat dia melihat bahwa dia memiliki dua tangan dan dua kaki. Setelah itu dia mencoba mencari air di sekitar gua itu untuk melihat bayangan nya di air itu dan dia menjadi semakin terkejut saat dia menemukan bahwa dia memiliki wajah yang utuh sekarang, dengan dua telinga dan dua mata. Dia sangat bersyukur pada saat itu dan berkata “Terimakasih Tuhan, terimakasih banyak”.

Merasa telah berhasil dalam pencariannya, Kabelah memutuskan untuk kembali ke desa nya. Dia hanya bisa membayangkan seberapa bahagia nya orang tuanya nanti saat mereka melihat kondisi nya saat ini. Dia berjalan lewat jalan yang sama yang dia gunakan saat dia meninggalkan desa nya. Dalam perjalanan pulang ke desa nya, dia bertemu lagi dengan kelompok perampok yang dia temui sebelumnya dan dia menceritakan kisah nya pada mereka. Cerita Kebalah membuat semua anggota kelompok perampok itu percaya kepada Tuhan lagi dan menyadari kesalahan mereka. Mereka memutuskan untuk berhenti merampok dan mereka semua menjadi petani. Kabelah juga bertemu dengan pria tua yang bicara kasar padanya sebelumnya dan dia juga menceritakan pengalamannya pada pria tua itu. Pria tua itu menyesali sikapnya dan meminta maaf pada Kabelah. Pria tua itu juga merubah sikapnya semenjak hari itu.

Akhirnya Kabelah sampai di rumah nya. Kedua orang tua nya sangat bahagia melihat keadaan nya sekarang. Mereka mengundang semua orang di desa nya dalam sebuah acara makan malam untuk menunjukkan rasa syukur mereka pada Tuhan akan keajaiban yang telah diberikan pada anak mereka. Selama acara makan malam itu, mereka juga memberikan nama baru bagi Kabelah, dan nama baru itu adalah Muhammad Syukur. Mereka memaafkan semua orang yang pernah memperlakukan Kabelah dengan buruk dan mereka hidup bahagia selama nya.

Inilah akhir cerita tentang sang Kabelah yang berasal dari daerah Lampung, mudah-mudahan ceritanya bisa menghibur dan menambah wawasan baru bagimu ya. Terimakasih banyak untuk kunjungannya hari ini, jangan lupa baca juga Contoh Narrative Text Tentang Si Pitung Dan Terjemahannya.

Referensi:

  1. Sang Kabelah – http://ceritarakyatnusantara.com/id/folklore/188-sang-kabelah – Diakses tanggal 15 April 2018

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *