Contoh Narrative Text Tentang Leungli Dan Terjemahannya


Sobat, taukah kamu cerita si Leungli yang berasal dari Jawa Barat? Bagi kamu yang lahir di tahun 90 an mungkin sudah pernah mendengar cerita rakyat dari daerah Sunda ini ya. Nah, dalam kesempatan kali ini, saya ingin menampilkan sebuah contoh narrative text tentang si Leungli itu sobat. Kalau sobat selama ini belum pernah membaca atau mendengar dongeng ini sebelumnya, coba deh luangkan waktumu sebentar untukmembaca tulisan kali ini hingga akhir, karena menurut saya alur cerita nya sangat menarik dan saya yakin sobat akan menyukai nya.

Cerita tentang ikan mas dan pohon ajaib ini adalah salah satu dari 20 Contoh Narrative Text Panjang Dalam Bentuk Cerita Rakyat yang saya sediakan di website ini. Silahkan kunjungi kumpulan teks tersebut jika sobat penasaran judul atau cerita rakyat apa saja yang telah saya terbitkan. Selain bermanfaat untuk menemani waktu luang sobat di rumah, contoh narrative text tentang si ikan Leungli ini juga bisa sobat manfaatkan sebagai panduan dalam membuat sebuah naskah drama. Hal ini karena artikel kali ini berukuran cukup panjang untuk dikemas ulang kedalam naskah drama. Silahkan dicoba dan semoga berhasil. – Bigbanktheories.com

Cerita Rakyat Leungli Dalam Bahasa Inggris

Contoh Narrative Text Tentang Leungli Dan Terjemahannya

Contoh Narrative Text Tentang Leungli

Cerita si Leungli merupakan kisah tentang persahabatan seorang gadis cantik bernama Nyi Bungsu Rarang dengan seekor ikan mas ajaib yang bernama Leungli yang bisa bicara layaknya manusia. Meski persahabatan keduanya tidak berujung bahagia karena si ikan mas Leungli pada akhirnya mati setelah ditangkap dan dimasak oleh saudari dari sahabatnya namun cerita rakyat yang satu ini tetap memiliki sebuah Happy Ending. Penasaran bagaimana cerita lengkapnya? Langsung saja baca contoh narrative text berikut ini.

Related: Contoh Descriptive Text Singkat Terbaru Tentang Rizky Pora

Leungli

Once upon a time, there lived seven sisters in a small village. Their parents had passed away many years ago. Of all the seven sisters, the last child was the only person who had nice attitude and kind heart. Her name was Nyi Bungsu Rarang. Her sisters always treated her badly. She was the one who took care of the family and did all the house work such as cooking and doing the laundry.

One day, when Nyi Bungsu was doing the laundry at the river, one of her sister’s clothes fell into the river and drifted away. Her sister was so mad at her and asked her to find the missing clothes right away. Nyi Bungsu was so sad, but she realized that it was her mistake, so she went back to the river bank hoping that she would find the clothes.

Nyi Bungsu Rarang was walking at the river bank when suddenly a goldfish showed up in the water. The goldfish swam toward Nyi Bungsu and it introduced itself to Nyi Bungsu. The goldfish turned out to have the ability to talk just like human and its name was Leungli. Nyi Bungsu introduced herself to Leungli and she said that she couldn’t talk to it at the moment because she had to find her sister’s missing clothes. Leungli took pity on her and decided to help her. Within minutes, Leungli managed to find the clothes and gave it to Nyi Bungsu. Nyi Bungsu was very happy and she thanked the goldfish.

Ever since that day, Nyi Bungsu Rarang and Leungli become best friend. Whenever Nyi Bungsu had a problem, she would go to the river bank and she would sing in Sundanese to call Leungli and in no time the goldfish would showed up in the water. They would spend hours every day just to talk to each other and Leungli always find a way to cheer Nyi Bungsu up every time she felt sad. Nyi Bungsu Rarang also brought half of her meal every day to the river so she can give it to her best friend, Leungli.

Nyi Bungsu Rarang’s sisters was curious about the change in Nyi Bungsu attitude, because recently she spent more time at the river than she used to. One day, they decided to follow her to the river secretly. When they arrived at the location, they saw that Nyi Bungsu was talking to a goldfish. They started to think to catch it and brought it back to their house so that they could cook it because the size of Leungli’s body was so big. They observed Nyi Bungsu and Leungli for a couple of days until they managed to figure out the way to summon the magical goldfish.

One day they went to the river bank and they sang in Sundanese just like what Nyi Bungsu always do when she wanted to call Leungli. Nyi Bungsu’ sisters also brought some food and they throw it into the river as a bait to make Leungli showed up. Suddenly Leungli appeared in the water and the sisters quickly caught it by using a fishing net. Leungli tried to escape but the sisters were stronger so it couldn’t do anything.

They brought the goldfish to their house and then they cooked it. Nyi Bungsu Rarang who had no idea that her best friend was dead by the hand of her sister went to the river to feed Leungli. She sang and tried to call the goldfish for several times but nothing happened. She was so sad that she couldn’t see her best friend that day so she decided to went back to her house.

When she arrived at her house, she went to the kitchen and she found the remains of a large goldfish on a plate. She recognized it right away that it was her best friend, Leungli. She realized that her sisters were behind this. She cried when she brought Leungli’s remains to her backyard and she buried the remains there.

A few days later, a golden tree grew on top of Leungli’s grave. The leaves were made of gold and the fruits were made of jewel. Within a couple of days, the news about the golden tree had spread among the villagers. A lot of people came to take the fruits and the leaves of the golden tree but every time someone tried to take it, the leaves and the fruits would turn into dust. Nyi Bungsu Rarang was the only person who could take the fruits and the leaves from the golden tree without turning it into dust.

The story about Nyi Bungsu Rarang and her golden tree finally reached the palace. The prince who heard the story decided to go to the village because he wanted to see it for himself. He and his bodyguard started the trip in the morning and they arrived at the village in the afternoon. He went to the location of the golden tree and he saw Nyi Bungsu Rarang was standing next to it. He introduced himself and he said that he wanted to try to pluck a golden leaf from the tree. Nyi Bungsu Rarang allowed him to try it and as they both predicted, the leaf turned into dust. After that Nyi Bungsu showed him what happened if she was the one plucking the leaf. The prince was so surprised to see that the leaf didn’t turn into dust on Nyi Bungsu’s hand.

After the event, they decided to get to know each other better, so the prince stayed in the village for a couple of days. The more he knew about Nyi Bungsu Rarang the more affection he had in his heart for her, so he decided to propose Nyi Bungsu Rarang and brought her back to the palace as his bride. Nyi Bungsu Rarang turned out to have the same feeling for the prince so she accepted the prince proposal. Finally, they got married and live happily ever after at the palace.

Terjemahan Contoh Narrative Text Tentang Leungli

Leungli

Pada suatu masa, hiduplah tujuh orang saudara perempuan di sebuah desa kecil. Orang tua mereka telah lama meninggal dunia. Dari ketujuh saudara perempuan ini, anak yang terakhir adalah satu-satu nya orang yang memiliki sikap yang baik dan hati yang tulus. Nama nya adalah Nyi Bungsu Rarang. Kakak-kakak nya selalu memperlakukan dia dengan buruk. Dia adalah orang yang mengurus keluarga itu dan melakukan semua pekerjaan rumah seperti memasak dan mencuci pakaian.

Pada suatu hari, ketika Nyi Bungsu sedang mencuci pakaian di sungai, salah satu dari pakaian milik kakak nya terjatuh kedalam sungai dan hanyut. Kakak nya sangat marah kepadanya dan meminta dia untuk menemukan pakaian yang hilang itu dengan segera. Nyi Bungsu sangat bersedih, namun dia menyadari bahwa itu merupakan kesalahannya, jadi dia pergi lagi ke tepi sungai berharap dia bisa menemukan pakaian itu.

Nyi Bungsu Rarangg sedang berjalan di tepi sungai ketika tiba-tiba seekor ikan mas muncul di air. Ikan mas itu berenang ke arah Nyi Bungsu dan ia memperkenalkan dirinya kepada Nyi Bungsu. Ikan mas itu ternyata memiliki kemampuan bicara layaknya manusia dan namanya adalah Leungli. Nyi Bungsu memperkenalkan dirinya pada Leungli dan dia mengatakan bahwa dia sedang tidak bisa bicara dengannya pada saat itu karena dia harus menemukan pakaian milik kakak nya yang hilang. Leungli merasa kasihan kepadanya dan memutuskan untuk membantunya. Dalam beberapa menit, Leungli berhasil menemukan pakaian itu dan memberikannya pada Nyi Bungsu. Nyi Bungsu sangat bahagia dan dia berterimakasih pada ikan mas itu.

Semenjak hari itu, Nyi Bungsu Rarang dan Leungli menjadi teman baik. Kapanpun Nyi Bungsu memiliki masalah, dia akan pergi ke tepian sungai dan dia akan menyanyi dalam bahasa Sunda untuk memanggil Leungli dan dengan segera ikan mas itu muncul di air. Mereka menghabiskan waktu berjam-jam setiap harinya hanya untuk berbicara berdua dan Leungli selalu menemukan cara untuk menyemangati Nyi Bungsu setiap kali dia merasa sedih. Nyi Bungsu Rarang juga membawa separuh dari makanannya setiap hari ke sungai agar dia bisa memberikannya pada teman baiknya, Leungli.

Kakak-kakak Nyi Bungsu Rarang merasa penasaran akan perubahan dalam sikap Nyi Bungsu, karena belakangan ini dia menghabiskan lebih banyak waktu di sungai dibandingkan sebelumnya. Suatu hari, mereka memutuskan untuk mengikutinya ke sungai secara diam-diam. Ketika mereka sampai di lokasi tersebut, mereka melihat Nyi Bungsu sedang berbicara dengan seekor ikan mas. Mereka mulai berpikir untuk menangkap ikan itu dan membawanya ke rumah agar mereka bisa memasaknya karena ukuran tubuh si Leungli sangat besar. Mereka mengamati Nyi Bungsu dan Leungli selama beberapa hari hinga mereka berhasil mempelajari cara untuk memanggil ikan mas ajaib itu.

Suatu hari mereka pergi ke tepi sungai dan mereka menyanyi dalam bahasa Sunda sama seperti yang selalu dilakukan oleh Nyi Bungsu ketika dia ingin memanggil Leungli. Kakak-kakak Nyi Bungsu juga membawa beberapa makanan dan mereka melamparkannya kedalam sungai sebagai umpan untuk membuat Leungli muncul. Tiba-tiba Leungli muncul di dalam air dan para saudari itu dengan segera menangkapnya dengan menggunakan sebuah jaring. Leungli mencoba untuk meloloskan diri namun para saudari itu lebih kuat dari nya sehingga dia tidak bisa melakukan apa-apa.

Mereka membawa ikan mas itu ke rumah mereka dan kemudian mereka memasaknya. Nyi Bungsu Rarang yang tidak mengatahui sama sekali bahwa teman baiknya telah mati ditangan kakak-kakak nya pergi ke sungai untuk memberi makan Leungli. Dia bernyanyi dan mencoba memanggil ikan mas itu selama beberapa kali namun tidak ada apapun yang terjadi. Dia sangat sedih karena dia tidak bisa melihat teman baiknya hari itu jadi dia memutuskan untuk pulang ke rumah nya.

Ketika dia tiba di rumah nya, dia pergi ke dapur dan dia menemukan sisa-sisa dari seekor ikan mas besar di atas piring. Dia segera mengenalinya bahwa itu adalah teman baiknya, si Leungli. Dia menyadari bahwa kakak-kakak nya berada dibalik semua ini. Dia menangis saat dia membawa sisa-sisa tubuh Leungli ke halaman belakang rumah nya dan dia menguburkan sisa-sisa itu di sana.

Beberapa hari kemudian, sebuah pohon emas tumbuh di atas kuburan Leungli. Daun-daun nya terbuat dari emas dan buah-buah nya terbuat dari permata. Dalam beberapa hari, berita tentang pohon emas itu telah menyebar diantara penduduk desa. Banyak orang datang untuk mengambil buah dan daun dari pohon emas itu namun setiap kali seseorang mencoba untuk mengambilnya, daun-daun dan buah-buah itu akan berubah menjadi debu. Nyi Bungsu Rarang adalah satu-satu nya orang yang bisa mengambil buah dan daun dari pohon emas itu tanpa mengubahnya menjadi debu.

Cerita tentang Nyi Bungsu Rarang dan pohon emas nya akhirnya sampai ke istana. Sang pangeran yang mendengar cerita tersebut memutuskan untuk pergi ke desa itu karena dia ingin melihatnya sendiri. Dia dan pengawalnya memulai perjalanan di pagi hari dan mereka tiba di desa itu pada sore hari nya. Dia pergi menuju lokasi pohon emas itu dan dia melihat Nyi Bungsu Rarang sedang berdiri di sebelahnya. Dia memperkenalkan dirinya dan dia mengatakan bahwa dia ingin mencoba memetik selembar daun emas dari pohon itu. Nyi Bungsu Rarang mengijinkan nya untuk mencoba hal itu dan seperti yang mereka berdua perkirakan, daun itu berubah menjadi debu. Setelah itu Nyi Bungsu menunjukkan pada sang pangeran apa yang terjadi jika dialah yang memetik daun itu. Sang pangeran sangat terkejut saat dia melihat bahwa daun itu tidak berubah menjadi debu di tangan Nyi Bungsu.

Setelah kejadian itu, mereka memutuskan untuk mengenal satu sama lain dengan lebih baik, jadi sang pangeran menetap di desa itu selama beberapa hari. Semakin banyak yang dia tau tentang Nyi Bungsu Rarang semakin besar juga perasaan yang ada dalam hatinya untuk dia, jadi sang pangeran memutuskan untuk melamar Nyi Bungsu Rarang dan membawanya ke istana sebagai calon pengantin nya. Nyi Bungsu Rarang ternyata memiliki perasaan yang sama untuk sang pangeran jadi dia menerima lamaran sang pangeran. Akhirnya, mereka menikah dan hidup bahagia selama nya di istana itu.

Seperti itulah tadi sobat contoh narrative text tentang Leungli yang merupakan cerita rakyat dari Jawa Barat. Orang Bandung mana nih suaranya? Saya tunggu komentarmu ya di bawah ini, saya harap kamu menyukai cerita yang saya sajikan. Terimakasih banyak untuk waktu yang telah kamu luangkan untuk membaca cerita rakyat dalam Bahasa Inggris kali ini hingga selesai, semoga bermanfaat dan bisa memperluas wawasanmu. Oh ya, kalau kamu masih punya waktu luang, coba baca Contoh Narrative Text Tentang Cindelaras Dan Terjemahannya yang sudah saya terbitkan juga di website ini.

Referensi:

  1. Leungli – https://id.wikipedia.org/wiki/Leungli – Diakses tanggal 4 Maret 2018

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *