Contoh Narrative Text Tentang Jaka Tarub Dan 7 Bidadari


Contoh narrative text tentang Jaka Tarub dan 7 Bidadari telah lama menjadi cerita rakyat nusantara. Kisah ini dipercaya berasal dari daerah Jawa Tengah. Cerita tentang seorang pemuda yang berhasil menikahi seorang bidadari ini tentu sudah sangat sering kita dengar. Hal ini menurut saya sangat wajar, karena pokok permasalahan dari cerita tentang Jaka Tarub dan 7 bidadari ini meski terlihat sederhana namun sangat menarik untuk diikuti. Bayangkan saja, hampir semua orang menggambarkan sosok bidadari sebagai sosok wanita yang sempurna dan sangat cantik, maka sudah pasti semua orang ingin melihatnya kan. Inilah yang membuat cerita rakyat tentang Jaka Tarub dan 7 bidadari ini berulang kali disuguhkan dalam berbagai media dan selalu laku keras.

Tulisan kali ini saya masukkan kedalam 20 Contoh Narrative Text Panjang Dalam Bentuk Cerita Rakyat. Buat sobat penggemar cerita jadul silahkan deh bernostalgia dengan membaca beberapa contoh narrative text yang saya sediakan dalam kumpulan teks di atas. Saya harap dengan hadirnya contoh narrative text tentang Jaka Tarub dan 7 Bidadari di website ini bisa semakin melengkapi pengetahuan kita semua tentang cerita rakyat di Indonesia yang merupakan warisan budaya kita bersama dan sudah sepatutnya kita lestarikan. Oke deh, tanpa menunggu lebih lama lagi, berikut ini teks lengkapnya. – Bigbanktheories.com

Cerita Rakyat Jaka Tarub Dan 7 Bidadari Dalam Bahasa Inggris

Contoh Narrative Text Tentang Jaka Tarub Dan 7 Bidadari

Contoh Narrative Text Jaka Tarub Dan 7 Bidadari

Contoh narrative text tentang Jaka Tarub dan 7 Bidadari di bawah ini informasinya saya dapatkan dari sumber di internet. Bagi sobat yang mungkin selama ini tau versi cerita asli nya, saya mohon maaf jika ada perbedaan atau kekeliruan dalam teks yang saya sajikan kali ini ya. Saya harap kita bisa mengambil pelajaran dari tulisan kali ini serta bisa menjadikannya sebagai bacaan yang menghibur.

Related: 20 Contoh Narrative Text Panjang Dalam Bentuk Cerita Rakyat

Jaka Tarub and Seven Angels

Long long time ago, there lived an old woman with her son in a small village in Java. The name of the boy is Jaka Tarub. He was a diligent boy. He always help his mother on the rice field. As he grew older, he became a strong and handsome man. He loves his mother so much and he was always kind to her. They lived happily together until one day the old woman passed away, leaving Jaka Tarub all by himself. Everything started to change after that, Jaka Tarub started to lose his spirit to work. He spent most of his time staring at the ceiling of his house and daydreaming.

One day, Jaka Tarub dreamt of eating deer meat. So when he woke up in the morning, he decided to go to the forest to hunt a deer. He brought his blowpipe with him. He wandered in the forest from the morning till the afternoon but he didn’t find any deer or mousedeer. He didn’t realize that he got deeper into the forest until he was very tired and he decided to take a rest under a big tree near a small lake. It was windy at that moment and Jaka Tarub fell asleep right away.

A few moments later, Jaka Tarub woke up because he heard women laughing in a distance. He was curious about the voice, so he decided to check it. It turned out that the voice was coming from the lake, Jaka Tarub took a peek from a bush next to the lake and he saw seven beautiful women who turned out to be angels were having fun in the lake. Jaka Tarub was amazed by their exceptional beauty. He also saw some beautiful scarf near the lake. He thought that it must be their scarf so he decided to take one of it and hide it.

After that, Jaka Tarub kept watching the angels until they finish playing in the lake. The angels started preparing themselves to return to the sky, but one of them couldn’t find her scarf, her name was Nawangwulan. The other angels asked Nawangwulan to be hurry because they have to return to the sky right away. Nawangwulan cried because she still couldn’t locate her scarf and she couldn’t fly to the sky without it. Her sisters took pity on her but they couldn’t do anything and it was time for them to return to the sky, so they left Nawangwulan alone on earth.

Nawangwulan just stayed there alone and cried. Jaka Tarub who watched her from distance all this time tried to approach her. He pretended to ask her about what has happened to her so she cried like that. Nawangwulan who had no idea that Jaka Tarub was the one who hide her scarf tried to explain to him that her sister left her alone at the lake. Jaka Tarub offered her his help to be her companion. After that, Jaka Tarub invite her to his house and she agreed to go there.

The life of Jaka Tarub started to change. With the presence of Nawangwulan in his life, Jaka Tarub found his spirit back to work on the rice field. They filled each other life with happiness until a couple months later they decided to get married. Jaka Tarub became even happier after that. He loves his wife so much that it gave him energy to work double than he used to do. Their life became more complete when Nawangwulan gave birth to their first child. It was a girl and they named her Nawangsih.

Since they got married, Nawangwulan asked her husband to promise one thing to her. The promise was Jaka Tarub should never open the cooking pan whenever Nawangwulan was cooking rice. Jaka Tarub agreed to this request. But, one day when Nawangwulan left the kitchen for a while, Jaka Tarub opened the cooking pan and checked what was in it. He found out that his wife cooked a grain of rice and turned it into a pan full of cooked rice. It was actually Nawangwulan spiritual power. But, since Jaka Tarub broke the agreement, Nawangwulan spiritual power was disappeared.

Ever since that day, Nawangwulan had to cook just like any ordinary girl. This made their consumption on rice became so high and they spent their rice stock in their storage so fast. One day when their stock was about to run out, Nawangwulan found her scarf burried under the rice stock. She finally realized that her husband was the one who hide her scarf. She was very upset to her husband. She put on the scarf and went to confront her husband.

Nawangwulan told her husband that she was disappointed with him because he was lying all this time. She also said that she will return to the sky right away. Jaka Tarub asked for her forgiveness and he also asked her to stay with him and their daughter. But Nawangwulan has made up her mind to return to the sky and nothing will be able to change that. Before she left, Nawangwulan asked to Jaka Tarub to build a small hut in front of their house and she also asked him to put their daughter in the hut every night so she could fed her and took care of her. After that Nawangwulan flew to the sky and left Jaka Tarub with their child. Jaka Tarub fulfill Nawangwulan’s request and he built the small hut as she instructed.

After that, Jaka Tarub can only watch his daughter and his wife playing at the hut from his house. Every night, Nawangwulan came to the hut to take care of Nawangsih until she fell asleep and then Nawangwulan returned to the sky after that. It happened every day until Nawangsih grew older. Although they never see each other again when Nawangsih has grown up, but every time they needed something, help will come right away, and they believe it was from Nawangwulan.

Terjemahan Contoh Narrative Text Jaka Tarub Dan 7 Bidadari

Jaka Tarub dan Tujuh Bidadari

Pada jaman dahulu kala, hiduplah seorang wanita tua dengan anak laki-laki nya di sebuah desa kecil di Jawa. Nama anak laki-laki itu adalah Jaka Tarub. Dia adalah seorang anak yang rajin. Dia selalu membantu ibu nya di sawah. Saat dia tumbuh dewasa, dia menjadi seorang pria yang kuat dan tampan. Dia sangat mencintai ibunya dan dia selalu berlaku baik padanya. Mereka hidup bahagia bersama hingga suatu hari sang wanita tua itu meninggal dunia, meninggalkan Jaka Tarub seorang diri. Semua nya mulai berubah sejak saat itu, Jaka Tarub mulai kehilangan semangatnya untuk bekerja. Dia menghabiskan sebagian besar waktunya menatap langit-langit rumahnya dan melamun.

Suatu hari, Jaka Tarub bermimpi memakan daging rusa. Jadi ketika dia bangun di pagi hari, dia memutuskan untuk pergi ke hutan untuk berburu seekor rusa. Dia membawa senjata sumpit miliknya. Dia berkeliling di dalam hutan dari pagi hingga sore namun dia tidak menemukan satu pun rusa atau kancil. Dia tidak menyadari bahwa dia masuk semakin dalam kedalam hutan itu hingga dia kelelahan dan memutuskan untuk beristirahat di bawah sebuah pohon besar di dekat telaga kecil. Saat itu keadaan nya berangin dan Jaka Tarub segera tertidur.

Beberapa saat kemudian, Jaka Tarub terbangun karena dia mendengar suara wanita tertawa di kejauhan. Dia penasaran dengan suara itu, jadi dia memutuskan untuk memeriksanya. Ternyata suara itu datang dari telaga, Jaka Tarub mengintip dari semak-semak dekat telaga itu dan dia melihat tujuh wanita cantik yang ternyata adalah bidadari sedang bersenang-senang di telaga itu. Jaka Tarub kagum dengan kecantikan mereka yang luar biasa. Dia juga melihat beberapa selendang yang indah di dekat telaga itu. Dia pikir itu pastilah selendang milik mereka jadi dia memutuskan untuk mengambil salah satunya dan menyembunyikannya.

Setelah itu, Jaka Tarub terus mengawasi bidadari itu hingga mereka selesai bermain di telaga. Para bidadari itu mulai menyiapkan diri mereka untuk kembali ke langit, namun salah satu dari mereka tidak bisa menemukan selendangnya, namanya adalah Nawangwulan. Bidadari yang lain meminta Nawangwulan untuk bergegas karena mereka harus segera kembali ke langit. Nawangwulan menangis karena dia masih tidak bisa menemukan selendangnya dan dia tidak bisa terbang ke langit tanpa selendang itu. Kakak-kakaknya kasihan kepada nya namun mereka tidak bisa melakukan apa-apa dan itu sudah saatnya begi mereka untuk kembali ke langit, jadi mereka meninggalkan Nawangwulan sendirian di bumi.

Nawangwulan hanya berdiam di sana sendiri dan menangis. Jaka Tarub yang mengawasi nya dari kejauhan selama ini mencoba untuk mendekatinya. Dia berpura-pura bertanya tentang apa yang telah terjadi padanya sehingga dia menangis seperti itu. Nawangwulan yang sama sekali tidak tau bahwa Jaka Tarub lah yang telah menyembunyikan selendang miliknya mencoba menjelaskan kepada nya bahwa kakak-kakak nya meninggalkan dia sendirian di telaga. Jaka Tarub menawarkan bantuan kepadanya untuk menjadi kawannya. Setelah itu, Jaka Tarub mengajak dia kerumahnya dan dia setuju untuk pergi kesana.

Kehidupan Jaka Tarub mulai berubah. Dengan kehadiran Nawangwulan di kehidupannya, Jaka Tarub menemukan kembali semangatnya untuk bekerja di sawah. Mereka saling mengisi kehidupan satu sama lainnya dengan kebahagiaan hingga beberapa bulan kemudian mereka memutuskan untuk menikah. Jaka Tarub menjadi semakin bahagia setelahnya. Dia sangat mencintai istrinya hingga itu memberikannya tenaga untuk bekerja dua kali lebih banyak dari dia biasanya. Hidup mereka menjadi semakin lengkap ketika Nawangwulan melahirkan anak pertama mereka. Itu adalah seorang perempuan dan mereka menamainya Nawangsih.

Sejak mereka menikah, Nawangwulan meminta suaminya untuk berjanji satu hal kepadanya. Janji itu adalah Jaka Tarub tidak pernah boleh membuka panci pemasak ketika Nawangwulan sedang memasak nasi. Jaka Tarub setuju dengan permintaan ini. Namun, suatu hari ketika Nawangwulan meninggalkan dapur sebentar, Jaka Tarub membuka panci pemasak itu dan memeriksa apa yang ada di dalamnya. Dia menemukan bahwa istrinya memasak sebutir beras dan merubah nya menjadi satu panci penuh nasi. Itu sebenarnya merupakan kekuatan spiritual Nawangwulan. Tapi, karena Jaka Tarub merusak persetujuan mereka, kekuatan spiritual Nawangwulan menghilang.

Semenjak hari itu, Nawangwulan harus memasak seperti wanita biasa pada umumnya. Hal ini membuat konsumsi mereka akan beras menjadi tinggi dan mereka menghabiskan persediaan beras mereka di dalam tempat penyimpanan dengan cepat. Suatu hari ketika persediaan mereka sudah hampir habis, Nawangwulan menemukan selendang miliknya terkubur di bawah persediaan beras. Dia akhirnya menyadari bahwa suami nya lah yang menyembunyikan selendangnya. Dia sangat kecewa pada suaminya. Dia memakai selendang itu dan pergi untuk menemui suaminya.

Nawangwulan mengatakan pada suaminya bahwa dia sangat kecewa dengan nya karena dia telah berbohong selama ini. Dia juga mengatakan bahwa dia akan kembali ke langit segera. Jaka Tarub meminta maaf darinya dan dia juga memintanya untuk tetap tinggal bersamanya dan anak mereka. Namun Nawangwulan telah memutuskan untuk kembali ke langit dan tidak ada satupun yang akan bisa merubahnya. Sebelum dia pergi, Nawangwulan meminta Jaka Tarub untuk membangun sebuah pondok kecil di depan rumah mereka dan dia juga meminta pada nya untuk meletakkan anak mereka di pondok itu setiap malam sehingga dia bisa menyusui dan mengurusnya. Setelah itu Nawangwulan terbang ke langit dan meninggalkan Jaka Tarub dengan anak mereka. Jaka Tarub memenuhi permintaan Nawangwulan dan dia membangun pondok kecil seperti yang dimintanya.

Setelah itu, Jaka Tarub hanya bisa melihat anak dan istrinya bermain di pondok itu daru rumahnya. Setiap malam, Nawangwulan datang ke pondok itu dan mengurus Nawangsih hingga ia tertidur kemudian Nawangwulan kembali ke langit setelahnya. Hal itu terjadi setiap hari hingga Nawangsih tumbuh dewasa. Meski mereka tidak pernah bertemu lagi ketika Nawangsih telah dewasa, namun setiap kali mereka membutuhkan sesuatu, bantuan akan datang dengan segera, dan mereka percaya itu berasal dari Nawangwulan.

Itulah tadi contoh narrative text panjang tentang Jaka Tarub dan 7 Bidadari. Meski akhir kisah kali ini bisa dibilang tidak happy ending, namun mudah-mudahan sobat tetap terhibur ya. Tunggu postingan tentang cerita rakyat nusantara yang lainnya ya sobat. Saya akhiri tulisan kali ini, sampai ketemu lagi dalam artikel menarik lainnya. Jika ada waktu, baca juga Contoh Narrative Text Bawang Merah Bawang Putih Dan Artinya yang sudah ada di website ini juga.

Referensi:

  1. Jaka Tarub – http://ceritarakyatnusantara.com/id/folklore/114-jaka-tarub# – Diakses tanggal 7 Februari 2018
  2. Legenda Jaka Tarub – https://id.wikipedia.org/wiki/Legenda_Jaka_Tarub – Diakses tanggal 7 Februari 2018

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *