Contoh Narrative Text Ande Ande Lumut Dan Terjemahannya


Contoh narrative text tentang Ande Ande Lumut yang saya sajikan kali ini adalah cerita rakyat yang sudah sangat sering kita dengar dan saksikan di TV sejak kita masih kecil dulu. Beberapa tokoh dari cerita ini yang paling berkesan dihati adalah sang tokoh utama yaitu si Ande Ande Lumut, Kleting Kuning serta sosok kepiting raksasa yang bernama Yuyu Kangkang. Kisah yang akan kita bahas dalam contoh narrative text kali ini ternyata berasal dari daerah Kediri, Jawa Timur. Cerita ini ternyata dikenal juga dengan sebutan “Cerita Panji”, karena tokoh utama si Ande Ande Lumut ini sebenarnya adalah Raden Inu Kertapati atau yang dikenal juga dengan nama Panji Asmarabangun yang merupakan pangeran dari kerajaan Jenggala. Sedangkan sang istri yaitu Kleting Kuning, memiliki nama asli Dewi Sekartaji atau dikenal juga dengan nama Galuh Candrakirana yang merupakan putri dari kerajaan Kediri.

Tulisan kali ini saya kelompokkan kedalam 20 Contoh Narrative Text Panjang Dalam Bentuk Cerita Rakyat. Jika saat ini sobat sedang ingin mempelajari materi narrative text Bahasa Inggris, kumpulan teks yang saya sediakan mungkin akan bermanfaat bagimu. Silahkan kunjungi dan bacalah beberapa cerita rakyat dalam Bahasa Inggris beserta terjemahannya yang telah tersedia di sana. Jangan lupa pelajari juga Generic Structure Narrative Text agar kamu bisa menentukan sendiri bagian-bagian dari teks yang saya sajikan. Misalnya saja seperti contoh di bawah ini, jika kamu sudah tau susunan dari sebuah teks naratif, maka kamu akan langsung tau, manakah yang merupakan bagian orientation dari cerita Ande Ande Lumut berikut ini. – Bigbanktheories.com

Cerita Rakyat Ande Ande Lumut Dalam Bahasa Inggris

Contoh Narrative Text Ande Ande Lumut Dan Terjemahannya

Contoh Narrative Text Ande Ande Lumut

Contoh narrative text Ande Ande Lumut ini akan mengawali pagi hari kita dengan suasana nostalgia, khususnya bagi sobat yang lahir di tahun 90 an seperti saya. Alur cerita dibawah ini merupakan hasil dari informasi yang saya kumpulkan dari beberapa sumber yang kemudian saya coba ceritakan ulang dalam bahasa yang menurut penilaian saya sederhana dan bisa dipahami dengan mudah oleh siapa saja yang membacanya. Bila ada kesalahan informasi dalam teks kali ini, saya harap bisa dimaklumi ya sobat.

Related: 5 Contoh Short Message Untuk Guru Dan Kegiatan Sekolah

Ande Ande Lumut

A long time ago, there were two Kingdom in a region called Kahuripan. They are Jenggala Kingdom, ruled by King Jayengnegara, and Kediri Kingdom, ruled by King Jayengrana. The two kings were asked to unify their kingdom by their ancestor King Airlangga. They finally decided to do it through a marriage of their descendant, prince Panji Asmarabangun (son of king Jayengnegara) and princess Dewi Sekartaji (daughter of king Jayengrana). They all live happily together as a big family.

One day the kingdom was attacked by enemy. The battle was fierce that it could endangered the live of princess Dewi Sekartaji. The princess decided to flee and hide in a village far away from Jenggala. In order to protect herself princess Dewi Sekartaji changed her identity into Kleting Kuning and lived in a woman’s house by the name Nyai Intan with her daughter: Kleting Abang, Kleting Ijo and Kleting Biru.

Nyai Intan turned out to be an evil lady. She made Kleting Kuning to do all the house work such as cooking, doing the laundry, cleaning the house every day. Her daughter was no different, they acted as if Kleting Kuning was their house maid. They yelled at her whenever they want something. They only fed Kleting Kuning once a day.

Meanwhile at the kingdom, prince Panji Asmarabangun had successfully defeat the enemy. At that moment, he realized that his beloved wife was not in the palace anymore and no one knew her whereabout. He was so sad and he decided to sent some of his body guard to search for his wife. They went for a couple of days until one day, one of the body guard returned to the palace with a news.

“Your majesty, please forgive me to interrupt your rest” said the body guard.

“It’s okay. Have you located my wife, soldier?” said the prince.

“My apology Your majesty, I have not find your wife yet, but I found a girl that looked like princess Dewi Sekartaji in a village far away from here. I couldn’t confirmed it yet because she was working in a house of a rich widow as a house maid.” Said the body guard.

The prince decided to disguise as a handsome and rich man looking for a wife to attract the girl to come to him so that he will be able to see if the girl was truly his beloved wife or not. He went to Dadapan village near Bengawan Solo river. The village was right across the village where Kleting Kuning lived. The prince stayed in an old widow house by the name Mbok Randa and changed his name into Ande Ande Lumut.

Kleting Abang, Ijo and Biru were very happy to hear the news. All of them wish to marry the handsome Ande Ande Lumut. They prepared themselves and they wore their best clothes so they became pretty. Kleting Kuning tried to praise them but she got mockery in return from her sisters. They did not allowed Kleting Kuning to go to Dadapan village to see Ande Ande Lumut. They sent her to the river to do the laundry and she followed.

Kleting Kuning collected all the dirty clothes and went to the river. Truthfully, she had no intention to go with her sister to Dadapan village because she only love one man in her live and the man is her husband, prince Panji Asmarabangun. She promised to herself that she will always be faithful to her husband.

When she was doing the laundry, suddenly a crane came to her. The crane can talk just like human and it brought a whip on its claw. The crane started talking to the princess, it said that the princess have to go to Dadapan village and she will meet her husband, prince Panji Asmarabangun, in the village. The crane also gave her the whip and ask her to use it when she needed it. After that the crane left. Kleting Kuning rushed back to the house and prepare herself to go to Dadapan village.

Meanwhile Kleting Abang, Ijo and Biru were already at the river bank. The river was very large and there was no boat around. When they were still trying to figure out how to get to the other side of the river, Kleting Abang saw a huge creature floating on the water. It was a giant crab and its name is Yuyu Kangkang. They didn’t know that Yuyu Kangkang was actually the servant of Ande Ande Lumut and it was assigned to test every candidate of his wife.

Kleting Abang asked if Yuyu Kangkang was willing to take them to the other side of the river. Yuyu Kangkang smiled and said, he will take them on his back to the other side of the river if they agree to kiss him as the reward. All of them agree to Yuyu Kangkang request because they really want to go to Dadapan village, so they kissed the giant crab. After that Yuyu Kangkang took all of them across the river.

A couple of minutes later, Kleting Kuning also arrived at the river bank. She brought the whip from the crane with her. Yuyu Kangkang gave her the same offer just like her sister but she refuse. She keep asking to Yuyu Kangkang to take her and Yuyu Kangkang keep asking the same offer but she didn’t change her mind. Loosing her patience, Kleting Kuning hit the whip to the river and in instant the water subsided. Yuyu Kangkang was scared to see that and then he took Kleting Kuning to the other side of the river for free.

The three sisters arrived first before Kleting Kuning. They show their beauty to Ande Ande Lumut right away. Unfortunately, Ande Ande Lumut decided to not choose any of them. They were upset and ask him to explain his reason. When Ande Ande Lumut was about to explain his reason to the three sisters, suddenly Kleting Kuning arrived at the door. Ande Ande Lumut walked toward her right away and he said, “I choose this girl to be my wife.”.

The three sisters became so angry, and they said “why don’t you choose one of us?”. After that Ande Ande Lumut introduce them to his loyal friend, Yuyu Kangkang, and he said, “I didn’t choose any of you because you give your precious kiss to Yuyu Kangkang so easily, and the only one who refuse to do so is Kleting Kuning.”. Kleting Kuning was so happy because she recognized her husband since the moment she stood at the door. She use the magic whip to turn her back into a beautiful princess. Finally they reunited and live in their palace happily along with Mbok Randa who helped the prince to be back with his wife.

Terjemahan Contoh Narrative Text Ande Ande Lumut

Ande Ande Lumut

Pada jaman dahulu kala, terdapat dua kerajaan di sebuah wilayah yang disebut Kahuripan. Mereka adalah Kerajaan Jenggala, dipimpin oleh Raja Jayengnegara, dan Kerajaan Kediri, dipimpin oleh Raja Jayengrana. Kedua raja diminta untuk menyatukan kerajaan mereka oleh leluhur mereka Raja Airlangga. Mereka akhirnya memutuskan untuk melakukannya melalui pernikahan keturunan mereka, pangeran Panji Asmarabangun (anak dari Raja Jayengnegara) dan putri Dewi Sekartaji (anak dari Raja Jayengrana). Mereka semua hidup bahagia sebagai keluarga besar.

Suatu hari kerajaan itu diserang oleh musuh. Pertarungan nya sangat sengit hingga itu bisa membahayakan nyawa dari putri Dewi Sekartaji. Sang putri pun memutuskan untuk melarikan diri dan bersembunyi di sebuah desa yang jauh dari Jenggala. Untuk melindungi dirinya sang putri Dewi Sekartaji merubah identitasnya menjadi Klething Kuning dan tinggal di rumah seorang wanita bernama Nyai Intan dengan anak-anak perempuannya: Kleting Abang, Kleting Ijo dan Kleting Biru.

Nyai Intan ternyata adalah seorang wanita yang jahat. Dia membuat Kleting Kuning mengerjakan semua pekerjaan rumah seperti memasak, mencuci pakaian, dan membersihkan rumah itu setiap hari. Anak-anak perempuannya juga tidak jauh berbeda, mereka bertindak seolah olah Kleting Kuning adalah pembantu di rumah mereka. Mereka berteriak pada nya kapanpun mereka menginginkan sesuatu. Mereka hanya memberi Kleting Kuning makan satu kali dalam sehari.

Sementara itu di kerajaan, pangeran Panji Asmarabangun telah berhasil mengalahkan musuh. Pada saat itu, dia menyadari bahwa istri tercintanya tidak berada di istana lagi dan tidak ada satupun yang mengetahui keberadaannya. Dia sangat sedih dan dia memutuskan untuk mengirim beberapa pengwalnya untuk mencari istrinya. Mereka pergi selama beberapa hari hingga pada suatu hari, salah satu pengawal kembali ke istana dengan sebuah berita.

“Yang mulia, mohon maafkan saya mengganggu istirahatanda” kata pengawal.

“Tidak apa. Apakah kamu sudah menemukan istriku, prajurit?” kata pangeran.

“Maafkan saya yang mulia, saya belum menemukan istri anda, namun saya menemukan seorang gadis yang terlihat mirip dengan putri Dewi Sekartaji di sebuah desa yang jauh dari sini. Saya belum bisa memastikan itu karena dia bekerja di sebuah rumah janda kaya sebagai pembantu.” Ungkap pengawal itu.

Pangeran memutuskan untuk menyamar sebagai pria tampan dan kaya yang sedang mencari istri untuk menarik gadis itu untuk datang padanya agar dia bisa memastikan apakah gadis itu benar-benar istri tercintanya atau bukan. Dia pergi ke desa Dadapan dekat sungai Bengawan Solo. Desa itu berada tepat di seberang desa dimana Kleting Kuning berada. Pangeran tinggal di rumah seorang janda tua yang bernama Mbok Randa dan merubah namanya menjadi Ande Ande Lumut.

Kleting Abang, Ijo dan Biru sangat gembira mendengar berita itu. Mereka semua berharap bisa menikah dengan si tampan Ande Ande Lumut. Mereka mempersiapkan diri dan memakai pakaian terbaik mereka sehingga mereka terlihat cantik. Kleting Kuning mencoba memuji mereka namun dia mendapatkan ejekan sebagai balasan dari kakak-kakak nya. Mereka tidak mengijinkan Kleting Kuning untuk pergi ke desa Dadapan untuk melihat Ande Ande Lumut. Mereka menyuruhnya pergi mencuci baju di sungai dan dia menuruti itu.

Kleting Kuning mengumpulkan semua pakaian kotor dan pergi ke sungai. Sebenarnya, dia tidak memiliki niat untuk pergi bersama kakak-kakak nya ke desa Dadapan karena dia hanya mencintai satu orang dalam hidupnya dan pria itu adalah suami nya, pangeran Panji Asmarabangun. Dia berjanji pada drinya sendiri bahwa dia akan selalu setia pada suaminya.

Ketika dia sedang mencuci pakaian, tiba-tiba seekor burung bangau datang padanya. Burung bangau itu bisa bicara layaknya manusia dan hewan itu membawa sebuah cambuk di cakarnya. Burung bangau itu mulai berbicara pada sang putri, ia berkata bahwa sang putri harus pergi ke desa Dadapan dan dia akan bertemu dengan suami nya, pangeran Panji Asmarabangun, di desa itu. Burung bangau itu juga memberikannya cambuk itu dan memintanya untuk menggunakannya ketika dia membutuhkannya. Setelah itu burung bangau itu pergi. Kleting Kuning bergegas kembali ke rumah dan menyiapkan dirinya untuk pergi ke desa Dadapan.

Sementara itu, Kleting Abang, Ijo dan Biru telah berada di tepi sungai. Sungai itu sangat luas dan tidak ada perahu disekitar sana. Ketika mereka sedang mencoba mencari cara untuk bisa sampai kesebrang sungai, Kleting Abang melihat seekor makhluk berukuran besar mengambang di atas air. Itu adalah seekor kepiting raksasa dan namanya adalah Yuyu Kangkang. Mereka tidak tau bahwa Yuyu Kangkang sebenarnya adalah pelayan dari Ande Ande Lumut dan ia ditugaskan untuk menguji setiap calon istrinya.

Kleting Abang menanyakan apakah Yuyu Kangkang bersedia membawa mereka ke sisi sebrang sungai. Yuyu Kangkang tersenyum dan berkata, dia akan membawa mereka di punggungnya ke sisi sebrang sungai jika mereka setuju untuk mencium nya sebagai imbalan. Mereka semua setuju dengan permintaan Yuyu Kangkang karena mereka sangat ingin pergi ke desa Dadapan, jadi mereka mencium kepiting raksasa itu. Setelah itu Yuyu kangkang membawa mereka semua menyebrangi sungai.

Beberapa menit kemudian, Kleting Kuning juga sampai di pinggir sungai. Dia membawa cambuk dari burung bangau itu bersamanya. Yuyu kangkang memberikannya penawaran yang sama seperti kakak-kakak nya namun dia menolak. Dia terus meminta Yuyu Kangkang untuk membawanya dan Yuyu Kangkang terus meminta penawaran yang sama namun dia tidak merubah pemikirannya. Kehilangan kesabarannya, Kleting Kuning memukulkan cambuk itu ke sungai dan dalam sekejap air nya surut. Yuyu Kangkang ketakutan melihat hal itu dan dia membawa Kleting Kuning ke sebrang sungai dengan gratis.

Ketiga saudari itu tiba duluan sebelum Kleting Kuning. Mereka menunjukkan kecantikan mereka kepada Ande Ande Lumut dengan segera. Sayangnya, Ande Ande Lumut memutuskan untuk tidak memilih salah satu dari mereka. Mereka kecewa dan meminta dia untuk menjelaskan alasannya. Ketika Ande Ande Lumut baru saja akan menjelaskan alasannya kepada ketiga saudari itu, tiba-tiba Kleting Kuning sampai di pintu. Ande Ande Lumut berjalan kearahnya dengan segera dan dia berkata,”Aku memilih gadis ini untuk menjadi istriku.”.

Ketiga saudari itu menjadi sangat marah, dan mereka mengatakan “mengapa kau tidak memilih salah satu dari kami?”. Setelah itu Ande Ande Lumut memperkenalkan mereka pada teman setianya, Yuyu Kangkang, dan dia berkata, “Aku tidak memilih salah satu diantara kalian karena kalian memberikan ciuman kalian yang berharga kepada Yuyu Kangkang dengan sangat mudahnya, dan satu-satunya yang menolak untuk melakukan itu adalah Kleting Kuning”. Kleting Kuning sangat gembira karena dia langsung mengenali suaminya sejak pertama dia berdiri di pintu itu. Dia menggunakan cambuk ajaib itu dan merubah dirinya kembali menjadi seorang putri yang cantik. Akhirnya mereka bersatu kembali dan hidup di istana mereka dengan bahagia bersama dengan Mbok Randa yang telah membantu pangeran untuk kembali bersama istrinya.

Akhirnya selesai juga contoh narrative text panjang tentang Ande Ande Lumut kali ini, saya harap sobat pembaca semua terhibur dengan isi cerita yang saya sajikan kali ini. Nantikan serangkaian cerita rakyat menarik lainnya yang akan segera menyusul setelah postingan ini ya. Jangan lupa pelajari juga Perbedaan Antara Folklore Dan Folktale Yang Perlu Kita Tau.

Referensi:

  1. Ande-Ande Lumut – http://ceritarakyatnusantara.com/id/folklore/183-ande-ande-lumut# – Diakses tanggal 5 Februari 2018
  2. Ande Ande Lumut – https://id.wikipedia.org/wiki/Ande_Ande_Lumut – Diakses tanggal 5 Februari 2018
  3. Cerita Panji – https://id.wikipedia.org/wiki/Cerita_Panji – Diakses tanggal 5 Februari 2018

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *