Beda Analytical Dan Hortatory Exposition Beserta Contohnya


Analytical exposition dan Hortatory exposition hingga saat ini masih menjadi dua jenis teks yang sulit dibedakan. Jika melihat penjelasannya mungkin semua orang akan bisa membedakan kedua jenis teks ini, namun saat sudah bertemu langsung dengan contoh teks nya ternyata memang tidak mudah. Sebenarnya menentukan perbedaan antara Analytical dan Hortatory exposition ini bukan sulit sih kalo menurut saya, tapi selalu ada rasa ragu untuk menyatakan dengan tegas “ini sih contoh hortatory” atau “owh kalo ini pasti analytical” karena kedua jenis teks ini sebenarnya memiliki lebih banyak persamaan daripada perbedaan, jadi sangat wajar kan kalau kita bingung dalam membedakannya.

Bagi sobat yang sudah sempat membaca penjelasan tentang exposition text yang sudah saya terbitkan lebih dulu, mungkin saat ini sudah ada bayangan ya bahwa perbedaan tipis antara Analytical dan Hortatory exposition itu sudah bisa kita lihat dari generic structure nya. Nah, kali ini saya ingin mencoba untuk membahasnya lagi dengan harapan tulisan atau postingan kali ini bisa membantu sobat pembaca untuk lebih memahami apa sebenarnya perbedaan mendasar antara teks Analytical Exposition dengan Hortatory Exposition. Silahkan dibaca, saya harap sobat bisa menemukan hal baru dalam tulisan saya kali ini. – Bigbanktheories.com

Analytical Exposition vs Hortatory Exposition With Example

Perbedaan Analytical Dan Hortatory Exposition Beserta Contohnya

Perbedaan Analytical dan Hortatory Exposition

Baik analytical exposition maupun hortatory exposition, keduanya sama-sama diakhiri dengan kata “exposition” dalam sebutannya. Hal ini mengindikasikan bahwa keduanya tergolong kedalam jenis teks yang sama yaitu Exposition Text. Jika kita terjemahkan kedalam Bahasa Indonesia, kata “exposition” berarti “pemaparan” atau “penjelasan yang rinci”. Yang jadi pertanyaan adalah, apa yang dijelaskan? Yang dijelaskan dalam teks exposition adalah argument dari opini si penulis supaya pembaca mendapatkan pemahaman yang jelas tentang isu ataupun pendapat yang sedang dibahas.

Related: Contoh Descriptive Text Terlengkap Tentang Ricardo Kaka

Sekarang kita sudah tau bahwa Analytical dan Hortatory exposition itu termasuk kedalam jenis yang sama, jadi sangat wajar kan jika keduanya memiliki banyak kemiripan. Lalu dimana letak perbedaannya kalau begitu? Kita mulai dari awal banget ya, berdasarkan sumber yang saya temukan dan mungkin juga sudah pernah sobat amati di berbagai sumber di internet, perbedaan mendasar yang pertama adalah pada tujuan dari kedua jenis teks tersebut, dimana hortatory exposition lebih bertujuan untuk meyakinkan pembaca akan opini si penulis atau menyarankan agar suatu hal dilakukan sedangkan analytical exposition tujuannya adalah memberitahukan atau menyadarkan pembaca akan keberadaan suatu isu yang muncul di lingkungan mereka serta memposisikan bahwa suatu isu itu layak dibicarakan.

Kedua jenis teks ini memang didominasi oleh argumen si penulis, oleh karena itu keduanya juga tergolong kedalam Argumentative Text. Karena porsi besar dari konten nya adalah argumen, sangat wajar jika keduanya memiliki pengaruh terhadap pikiran pembaca, dan sangat wajar jika setelah membaca tulisan berjenis analytical ataupun hortatory exposition, seseorang akan mengalami perubahan dari sisi pola pikir maupun sikap atau tingkah laku. Kondisi inilah yang sering kali membingungkan bagi kita untuk membedakan antara analytical dan hortatory exposition, karena keduanya sama-sama terkesan mempengaruhi pembaca, seolah-olah keduanya adalah jenis hortatory exposition, padahal tidak seperti itu sebenarnya. Intinya, kalau hortatory itu pada bagian akhir dia secara gamblang memberikan sebuah saran akan masalah atau isu yang di angkat, inilah sebabnya dari segi generic structure hortatory exposition, bagian akhirnya adalah “recommendation”. Sedangkan untuk analytical, dibagian akhir dia hanya akan menyatakan ulang pendirian atau opini yang dinyatakan oleh penulis di bagian awal, bisa dikatakan ini adalah penekanan mengapa sang penulis mengambil sikap seperti yang dia utarakan dalam tulisannya, dan inlah alasannya pada generic structure analytical exposition, bagian akhirnya adalah “reiteration” yang artinya pernyataan ulang.

Supaya penjelasan di atas lebih jelas, perhatikan generic structure dari analytical dan hortatory exposition text berikut ini:

Generic Structure Analytical Exposition Text

Thesis Statement

Argument

Reiteration

Generic Structure Hortatory Exposition Text

Thesis Statement

Argument

Recommendation

Bagaimana sobat, sedikit sekali kan perbedaannya. Sekarang kita lanjutkan pembahasannya. Kalau tadi kita sudah membahas perbedaan analytical dan hortatory exposition dari tujuan dan generic structure nya, kali ini saya akan menambahkan sedikit informasi lagi berkaitan dengan bagian opening atau bagian awal dari masing-masing teks tersebut. Pada hortatory exposition bagian awalnya akan diisi dengan isu atau masalah yang diangkat menjadi bahan pembahasan dalam teks tersebut, sedangkan untuk analytical exposition, belum tentu pada bagian awalnya itu merupakan sebuah problem atau masalah yang perlu di pecahkan, bisa jadi itu merupakan “stance” atau pendirian si penulis akan suatu isu yang dia anggap penting untuk di bicarakan misalnya saja si penulis mengatakan “I think it’s good to have moustache”, pernyataan seperti ini bisa saja mengawali sebuah analytical exposition, karena ini menyatakan dengan tegas posisi ataupun opini si penulis akan suatu hal.

Sejauh ini itu saja sih perbedaan antara analytical exposition dan juga hortatory exposition, saya harap penjelasan yang saya sajikan bisa dimengerti dengan mudah dan bisa menambah wawasan baru bagi sobat pembaca. Jika nanti saya menemukan informasi tambahan, tentu akan saya update di artikel ini. Sekarang saatnya kita melihat dan mempelajari contoh analytical dan hortatory exposition yang sudah saya siapkan berikut ini.

Contoh Analytical dan Hortatory Exposition Text

Barikut ini sudah saya siapkan masing-masing satu contoh untuk analytical exposition dan juga hortatory exposition, silahkan dibaca dan dicermati.

Contoh Analytical Exposition

Using Movie To Improve Vocabulary

Nowadays, there are a lot of people who love to watch movie. Some of them go to the cinema when a new movie is on display and some others watch movie on their laptop or smartphone. I think watching movie has good effect for us because it can help us to improve our vocabulary in english.

Firstly, what we see in a movie is not only the characters or the story line, but also the language in its real use. Most of the characters in a movie are native speakers of english, so we are not only observing the real usage of each vocabulary, but also the correct pronunciation of each words. It allows us to train our listening skill, speaking skill and also our ability to use vocabulary in context.

Secondly, a movie usually contains so many characters. Therefore, I believe there will be so many conversations in the movie. It means there will be more chance for a new vocabulary to show up during the conversation. We may be able to predict the meaning of the vocabulary by looking at the story line, situation or even the context. And if we still couldn’t understand the meaning, we can look it up in our vocabulary at home. The more we do this activity, the more vocabulary we have in our brain.

Based on my explanation above, it is clear that watching movie will help us to improve our vocabulary in a fun way.

Terjemahan Contoh Analytical Exposition

Menggunakan Pilem Untuk Meningkatkan Kosakata

Pada saat ini, ada banyak orang yang suka menonton pilem. Sebagian dari mereka pergi ke bioskop saat sebuah pilem baru sedang ditayangkan dan sebagian yang lainnya menonton pilem di laptop atau smartphone mereka. Saya pikir menonton pilem memiliki efek yang bagus bagi kita karena hal itu bisa membantu kita untuk meningkatkan kosakata kita dalam Bahasa Inggris.

Pertama-tama, yang kita lihat dalam sebuah pilem bukan hanya karakter atau jalan cerita nya saja, namun juga bahasa dalam penggunaan yang sebenarnya. Sebagian besar dari karakter dalam sebuah pilem adalah penutur asli Bahasa Inggris, jadi kita tidak hanya mengamati penggunaan sebenarnya dari setiap kosakata, namun juga pengucapan yang tepat dari masing-masing kata tersebut. Hal ini memungkinkan kita untuk melatih kemampuan mendengar kita, kemampuan bicara dan juga kemampuan kita untuk menggunakan kosakata dalam konteks.

Yang kedua, sebuah pilem biasanya berisikan begitu banyak karakter. Oleh karena itu, saya percaya akan ada begitu banyak percakapan dalam pilem tersebut. Hal ini berarti akan ada lebih banyak kesempatan bagi kosakata baru untuk muncul selama percakapan tersebut terjadi. Kita bisa menduga makna dari kosakata tersebut dengan melihat jalan cerira, situasi atau bahkan konteks nya. Dan bila kita masih tidak bisa memahami artinya, kita bisa mencari nya dalam kamus kita di rumah. Semakin sering kita melakukan kegiatan ini, semakin banyak kosakata yang kita miliki di otak kita.

Berdasarkan penjelasan saya di atas, sudah jelas bahwa menonton pilem akan membantu kita untuk meningkatkan kosakata kita dengan cara yang menyenangkan.

Contoh Hortatory Exposition

The Effect of Online Game on Children Behaviour

Recently, online games have become a huge business. The companies who produce online games managed to make their business grow masively because they have so many users. Unfortunately, they do not care whether their users are adult or children, as long as they can make a lot of profit from it. They also didn’t realize that their product has negative effect on young users such as kids and teenagers.

Online games often contain violent act in it. Some of them are: shooting other players, stabbing with knife, hit an NPC character with baseball bat, hit and run over some NPCs by using car and many more. Children who play this actually enjoy the activity, they even laugh when they did it because they think it was just a game. They didn’t realize that it influence their behaviour. We can see from the news on TV that violence among kids is rising now, one of the reason is the online game that they play in a game center which far away from their parents supervision.

All online games companies make money through items purchase done by its players or users. Every users who want to be great in the game was forced to use their money to buy certain equipments or additional stuff for their upgrade. Children who play the game are no different. The problem is that they do not have money to do so. We can guess what happen next. The children would take their parents money secretly and use it to buy something on the game. There have been so many cases about this until this very moment, some of them were not about hundreds thousands anymore but transactions worth millions rupiah.

As parents, I believe we should not alow our children to play online games anymore as it bring so many negative effect for them.

Terjemahan Contoh Hortatory Exposition

Dampak Game Online Terhadap Prilaku Anak-Anak

Belakangan ini, game online telah menjadi bisnis yang sangat besar. Perusahaan yang memproduksi game online berhasil membuat bisnis mereka tumbuh dengan pesat karena mereka memiliki begitu banyak pengguna. Sayangnya, mereka tidak perduli apakah pengguna mereka adalah orang dewasa atau anak-anak, selama mereka bisa menghasilkan keuntungan dari hal itu. Mereka juga tidak menyadari bahwa produk mereka memiliki dampak negatip terhadap pengguna muda seperti anak-anak dan remaja.

Game online sering mengandung tindak kekerasan di dalamnya. Beberapa diantaranya adalah: menembak pemain lain, menikam dengan pisau, memukun karakter NPC dengan pemukul baseball, menabrak dan melindas beberapa NPC dengan menggunakan mobil dan masih banyak lagi. Anak-anak yang memainkan ini benar-benar menikmati kegiatan ini, mereka bahkan tertawa saat melakukannya karena mereka pikir ituhanyalah sebuah permainan. Mereka tidak menyadari bahwa hal itu mempengaruhi prilaku mereka. Kita bisa melihat nya melalui berita yang ada di TV bahwa kekerasan diantara anak-anak tengah meningkat sekarang, salah satu alasannya adalah game online yang mereka mainkan di pusat permainan yang sangat jauh dari pengawasan orang tua mereka.

Semua perusahaan game online menghasilkan uang melalui pembelian item yang dilakukan oleh para pemain atau pengguna nya. Setiap pengguna yang ingin menjadi hebat dalam permainan itu dipaksa untuk menggunakan uang mereka untuk membeli peralatan tertentu atau barang tambahan untuk upgrade mereka. Anak-anak yang memainkan permainan tersebut tidaklah berbeda. Masalahnya adalah mereka tidak memiliki uang untuk melakukan hal itu. Kita bisa menebak apa yang terjadi selanjutnya. Anak-anak itu akan mengambil uang milik orang tua mereka secara diam-diam dan menggunakan nya untuk membeli sesuatu dalam permainan tersebut. Telah ada banyak kasus tentang hal ini hingga saat ini, beberapa diantaranya bukan lagi tentang ratusan ribu namun transaksi yang bernilai jutaan rupiah.

Sebagai orang tua, saya percaya kita tidak boleh mengijinkan anak-anak kita untuk bermain game online lagi karena itu membawa begitu banyak dampak negatip bagi mereka.

Oke deh sobat, selesai sudah contoh analytical dan juga hortatory exposition ini, saya harap bisa dipahami dengan mudah ya. Terimakasih banyak sudah membaca penjelasan tentang perbedaan analytical dan hortatory exposition kali ini, mudah-mudahan bermanfaat. Sampai jumpa lagi dalam artikel menarik lainnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *