Ayo Pahami Perbedaan Reflexive Pronoun Dan Intensive Pronoun


Sangat banyak orang yang ingin mengetahui perbedaan antara reflexive pronoun dan intensive pronoun dalam Bahasa Inggris. Hal ini dikarenakan kedua jenis pronoun tersebut berisikan pronoun yang sama, akibatnya, banyak yang bingung dalam menentukan perbedaan diantara keduanya.

Dalam artikel kali ini, kami ingin memberikan sekilas pembahasan mengenai perbedaan reflexive dan intensive pronoun agar sobat pembaca tidak bingung lagi dan benar benar memahami cara membedakan kedua jenis pronoun tersebut. Untuk sobat yang penasaran tentang penjelasan lengkapnya, silahkan baca artikel ini sampai selesai. Selain itu, sobat juga bisa mempelajari reflexive pronoun dan intensive pronoun dalam artikel khusus yang membahas masing masing jenis pronoun tersebut yang telah tersedia di website ini. – Bigbanktheories.com

Contoh Kalimat Reflexive dan Intensive Pronoun

Perbedaan Reflexive Pronoun Dan Intensive Pronoun

Perbedaan Reflexive Pronoun dan Intensive Pronoun

Reflexive pronoun dan intensive pronoun terdiri dari pronoun yang sama, yaitu: myself, yourself, himself, herself, itself, yourselves, ourselves dan themselves. Yang membedakan kedua macam pronoun ini adalah cara menggunakannya dalam kalimat. Pada dasarnya yang menyebabkan cara penggunaan intensive pronoun dan reflexive pronoun menjadi berbeda adalah karena keduanya memang memiliki fungsi yang berbeda. Ayo kita ingat kembali fungsi dari reflexive dan intensive pronoun dalam kalimat.

Related: Berbagai Macam Possessive Forms Dalam Bahasa Inggris Lengkap

Reflexive pronoun berfungsi sebagai direct object disaat object dalam sebuah kalimat sama dengan subject dari kalimat tersebut. Bisa kita katakan bahwa penggunaan reflexive verb dalam kalimat menunjukkan kondisi dimana perbuatan yang dilakukan oleh subjek mengenai diri subjek itu sendiri. Sedangkan intensive pronoun fungsinya untuk memberi penekanan atau penegasan terhadap subject atau antecedent dalam sebuah kalimat, biasanya posisi intensive pronoun berada tepat setelah subject atau antecedent tersebut.

Sekali lagi kami tegaskan bahwa perbedaan reflexive dan intensive pronoun dilihat dari letaknya dalam kalimat adalah sebagai berikut:

Reflexive pronoun terletak di posisi direct object, atau pada umumnya berada setelah verb (kata kerja)

Intensive pronoun umumnya berada di bagian awal kalimat, tepatnya segera setelah subject atau antecedent.

Selain fungsi dan letak, ada satu hal lagi yang bisa kita jadikan acuan dalam membedakan sebuah pronoun tergolong kedalam reflexive atau intensive pronoun, yaitu dengan melihat dari penting atau tidaknya keberadaan pronoun tersebut dalam sebuah kalimat. Apa maksudnya? Baca penjelasan singkat berikut ini:

Intensive pronoun yang berfungsi memberi penegasan atau penekanan terhadap subject atau antecedent sebenarnya bersifat seperti elemen tambahan dalam kalimat, artinya keberadaannya tidak begitu substantial atau dalam Bahasa Indonesianya tidak begitu besar dampaknya, sehingga intensive pronoun ini sebenarnya bisa kita hilangkan dari kalimat tanpa mengubah makna kalimat tersebut.

Reflexive pronoun yang berperan sebagai direct object tentu memiliki kedudukan yang berbeda dengan intensive pronoun. Saat sebuah pronoun digunakan sebagai reflexive pronoun dalam kalimat, keberadaannya sangatlah penting dan tidak bisa dihilangkan, karena jika dihilangkan maka makna kalimat tersebut akan terasa aneh dan tidak lengkap.

Dengan penjelasan di atas, maka cara yang mudah untuk mengetahui apakah sebuah pronoun itu termasuk kedalam intensive atau reflexive pronoun adalah dengan menghilangkan pronoun tersebut dari contoh kalimat yang sedang kita uji, kemudian coba baca ulang kalimat tersebut lalu bertanyalah, apakah makna kalimat tersebut masih utuh dan tidak terpengaruh dengan hilangnya pronoun? Jika iya, maka yang sedang kamu hadapi atau gunakan adalah intensive pronoun, begitu juga sebaliknya, jika setelah kamu hilangkan pronounnya dan makna kalimat jadi terasa tidak lengkap, maka contoh tersebut termasuk kedalam reflexive pronoun.

Kami harap penjelasan singkat yang kami berikan bisa dipahami dengan mudah ya sobat. Selanjutnya sebelum mengakhiri artikel kali ini, kami akan memberikan sedikit ilustrasi tentang penggunaan reflexive dan juga intensive pronoun dalam bentuk contoh kalimat di bawah ini.

Contoh Kalimat Menggunakan Reflexive dan Intensive Pronoun

I myself believe that everyone needs an appreciation. – Intensive Pronoun

(Saya sendiri percaya bahwa setiap orang membutuhkan sebuah penghargaan.)

I accidentally hurt myself during the training session. – Reflexive Pronoun

(Saya secara tidak sengaja melukai diri saya sendiri selama masa pelatihan.)

You yourself put the glasses on the floor. – Intensive Pronoun

(Kamu sendiri yang meletakkan kacamata itu di atas lantai.)

You shouldn’t blame yourself for the accident. – Reflexive Pronoun

(Kamu tidak seharusnya menyalahkan dirimu sendiri atas kecelakaan itu.)

Bagaimana sobat, sudah paham kan perbedaan intensive pronoun dan reflexive pronoun dalam Bahasa Inggris? Sip deh kalau begitu. Kami akhiri pembahasan materi kali ini sampai disini ya sobat, semoga informasi yang kami tampilkan bermanfaat bagimu dan bisa memperluas wawasanmu seputar dunia pembelajaran Bahasa Inggris. Terimakasih banyak atas waktu dan kunjungannya, jika ada kesalahan dan kekurangan dalam artikel yang kami tampilkan, kami minta maaf dan semoga bisa dimaklumi. Sampai jumpa lagi dalam artikel lainnya.

Referensi:

  1. Perbedaan antara Intensive dan Reflexive Pronoun – https://www.wordsmile.com/perbedaan-antara-intensive-reflexive-pronouns – Diakses tanggal 16 Februari 2017
  2. Reflexive Pronoun dan Intensive Pronoun – http://yukbelajargrammar.blogspot.co.id/2015/10/reflexive-and-intensive-pronoun.html – Diakses tanggal 16 Februari 2017

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *