Argumentative Text Dalam Bahasa Inggris Beserta Jenisnya


Argumentative text dalam mata pelajaran Bahasa Inggris di sekolah biasanya dikenal dengan jenis teks Exposition. Jenis text ini biasanya dikenalkan di tingkat SMA/SMK. Hal ini mungkin dikarenakan isi dari sebuah argumentative text dianggap cukup menantang dan diperlukan pengetahuan yang memadai akan suatu isu aktual untuk bisa menyusun sebuah argumentation text, karena sebuah exposition text isinya adalah opini dari sang penulis disertai dengan beberapa argumen pendukung yang dapat memperkuat pendapat atau opini nya. Bagi sobat yang saat ini sudah berada di tingkat SMA/SMK saya yakin saat ini sudah mengenal teks Bahasa Inggris berjenis Exposition ini, dan tentunya kamu juga tau bahwa teks ini terbagi menjadi dua jenis yaitu Analytical dan Hortatory exposition.

Saat sedang mempelajari suatu jenis teks ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan yaitu: tujuan (purpose of the text / social function of the text), struktur teks (generic structure), dan juga ciri atau unsur kebahasaan teks (language feature of the text). Hal yang sama akan kita bahas juga dalam artikel tentang argumentative text kali ini. Buat kamu yang sedang mencoba memahami materi tentang argumentative text, silahkan simak penjelasan singkat yang akan saya berikan di bawah ini. – Bigbanktheories.com

Pengertian Argumentative Text Beserta Generic Structure Dan Language Feature nya

Argumentative Text Dalam Bahasa Inggris Beserta Jenisnya

Pengertian Argumentative Text

Secara sederhana Argumentative Text dapat kita artikan sebagai teks yang isi nya didominasi oleh argumen-argumen dari si penulis terhadap suatu isu. Contohnya saja isu yang sedang marak dibicarakan saat ini adalah dari dunia pendidikan yaitu tentang adanya soal berbentuk esai dalam ujian nasional 2018. Nah, sebuah argumentative text bisa kita susun berdasarkan pendapat serta argumen kita mengenai isu ini, misalnya saja saya merasa tidak setuju dengan isu tersebut, maka dalam karangan argumentation text yang saya buat saya akan mengawali nya dengan pernyataan yang mengarah pada ide utama bahwa saya tidak setuju pada isu tersebut. Misalnya saja, saya bisa mengatakan “I personally think that essay type of questions is not suitable in National Examination”, kemudian pada paragraf selanjutnya saya akan menampilkan argumen yang menjelaskan mengapa saya mengutarakan pendapat saya tersebut.

Related: Contoh Procedure Text Resep Makanan Ringan Mudah Dan Praktis

Jika sobat berpikir “wah berarti argumentative text ini mirip seperti debate ya?” , hal ini sangat wajar karena seperti yang sudah saya sebutkan di atas bahwa jenis teks ini akan didominasi oleh argumen. Namun ada hal yang perlu kita perhatikan, setelah saya baca beberapa sumber, sepertinya kita tidak bisa mengatakan bahwa argumentative text itu sama dengan debate. Mengapa? Karena dalam sebuah exposition atau argumentation text sang penulis hanya menyoroti sebuah tema atau isu dari satu sisi saja, baik itu dari sisi “pro” atau “mendukung / setuju” atau “cons / contra” yang berarti “tidak setuju / melawan”. Karena jika dalam teks tersebut muncul pendapat dan argumen dari kedua sisi (positip & negatip) maka yang terbentuk bukanlah exposition text tapi discussion text.

Social Function / Purpose of Argumentative Text

Berkaitan dengan social function atau purpose dari sebuah Argumentative Text, saya mengutip pernyataan dari buku yang berjudul “Exploring How Texts Work” oleh Beverly Derewianka yang menyatakan bahwa purpose atau tujuan dari Argumentative Text secara general adalah: “to take a position on some issue and justify it” atau jika kita terjemahkan dalam Bahasa Indonesia kira-kira berarti “mengambil sikap terhadap suatu isu dan memberikan alasan akan hal itu”.

Generic Structure of Argumentative Text

Ada tiga elemen dalam struktur teks atau generic structure dari argumentative text yaitu:

Thesis Statement (statement of position)

Bagian awal teks dimana kita sebagai penulis menyatakan dengan jelas opini atau sikap kita terhadap isu yang kita angkat sebagai tema tulisan.

Argument

Berisi poin-poin argumen serta bukti yang mendukung sikap atau opini kita dalam thesis statement.

Summing up the position

Berisi pernyataan ulang atau kesimpulan akan sikap atau opini kita terhadap isu yang kita bahas. Terdapat perbedaan antara Analytical Exposition dengan Hortatory Exposition pada tahap akir ini, dimana Analytical bagian akhirnya disebut dengan “Reiteration” atau dalam Bahasa Indonesia nya “pernyataan ulang” sedangkan Hortatory bagian akhirnya disebut dengan “Recommendation” yang berarti “Rekomendasi atau saran”.

Language Features of Argumentative Text

Unsur kebahasaan atau Language Features dari Argumentative Text mencakup:

Abstract Noun

Kata benda yang bersifat abstrak (tidak bisa dilihat, didengar atau disentuh), misalnya saja: beauty, bravery, culture, confidence, goodness, hope, etc.

Action Verb

Kata kerja yang menggambarkan tindakan yang dapat dilakukan manusia maupun hewan, misalnya saja: eat, touch, talk, watch, walk, etc.

Temporal Connectives

Kosakata yang menghubungkan satu kejadian dengan kejadian lainnya secara berurutan, misalnya saja : firstly, secondly, thirdly, etc.

Modal Auxiliaries

Beberapa bentuk modal, misalnya saja: can, may, must, should, etc.

Technical Terms

Istilah-istilah khusus yang terkait dengan tema yang kita angkat, misalnya saja : examination, score, assessment, evaluation, test, etc.

Reasoning Connectives

Kosakata yang menunjukkan hubungan alasan, misalnya saja: because of, so, therefore, etc.

Simple Present Tense

Didominasi oleh kalimat dalam bentuk simple present tense.

Contoh Argumentative Text (About Education)

Berikut ini sudah saya siapkan satu buah contoh argumentative text about education atau pendidikan, silahkan disimak dan dipahami proses penyusunan ide dalam contoh berikut ini.

Essay In National Examination

The news about 2018 National Examination for student in Elementary School, Junior High School and also Senior High School attracts attention of many people in Indonesia. Most people consider it as a “disaster” for the student as it is more difficult for them to answer the items in the test. I think it is not only a disaster for the students, but also for the teachers.

Firstly, essay type of test is inefficient to be conducted globally. Student from various places may have different ability in explaining their answer for the test items. In order to cunduct this type of evalution the teacher or the test maker need to provide some possible answer that may occur during the test which make it inefficient compare to multiple choice items.

Secondly, essay type of test belongs to subjective test. The teacher or whoever checks the student answer will find difficulties in deciding whether the answer is correct or wrong, because they will involve their personal judgement toward each answer.

The last, student will face more pressure before, during and after the test if the form of the test is in essay form because they will not be able to make the answer based on prediction when they didn’t know the answer for an item. If the test items are in the form of multiple choice, I believe the student will be at ease to undergo the test because they still have a chance to gain points even if they do not know the answer for some questions by choosing one of four possible answers.

From my explanation above, it is clear that National Examination in the form of essay will be a problem for both students and the teachers.

Terjemahan Contoh Argumentative Text

Soal Esei Dalam Ujian Nasional

Berita tentang Ujian Nasional tahun 2018 untuk siswa SD, SMP dan juga SMA menarik perhatian banyak orang di Indonesia. Sebagian besar orang menganggap hal itu sebagai sebuah “bencana” bagi siswa karena akan lebih sulit bagi mereka untuk menjawab soal dalam ujian tersebut. Menurut saya hal itu bukan hanya bencana bagi siswa, namun juga bagi guru nya.

Pertama-tama, ujian berjenis esei itu tidak efisien untuk dilaksanakan secara luas. Siswa dari berbagai tempat mungkin memiliki kemampuan yang berbeda dalam menjelaskan jawaban mereka dalam soal ujian itu. Untuk melaksanakan penilaian dengan jenis seperti ini, guru atau orang yang membuat soal perlu mempersiapkan beberapa kemungkinan jawaban yang mungkin muncul selama pelaksanaan ujian yang membuatnya menjadi tidak efisien dibandingkan dengan jenis soal pilihan ganda.

Yang kedua, jenis tes esei termasuk kedalam tes subjektif. Guru atau siapapun yang memeriksa jawaban siswa akan menemukan kesulitan dalam menentukan apakah jawaban tersebut benar atau salah, karena mereka akan melibatkan penilaian personal mereka terhadap masing-masing jawaban.

Yang terakhir, siswa akan menghadapi lebih banyak tekanan sebelum, saat dan sesudah pelaksanaan ujian jika bentuk ujiannya adalah esei karena mereka tidak akan bisa membuat jawagan berdasarkan prediksi/dugaan saat mereka tidak tau jawaban atas sebuah soal. Jika bentuk soal nya adalah pilihan ganda, saya percaya siswa akan merasa lebih nyaman dalam menjalani ujian tersebut karena mereka masih memiliki kesempatan untuk mendapatkan nilai meskipun mereka tidak mengetahui jawaban untuk beberapa pertanyaan dengan memilih salah satu dari empat kemungkinan jawaban yang ada.

Berdasarkan penjelasan saya di atas, sangat jelas bahwa Ujian Nasional dalam bentuk esei akan menjadi masalah bagi siswa dan juga guru.

Sampai disini sobat penjelasan tentang Argumentative Text dalam Bahasa Inggris, mudah-mudahan artikel kali ini bisa dipahami dengan mudah ya. Terimakasih sudah membaca tulisan saya kali ini hingga selesai, saya tunggu kunjunganmu berikutnya. Jangan lupa, luangkan waktumu sebentar untuk membaca Contoh Personal Recount Text Terbaru Beserta Artinya yang sudah saya terbitkan kemarin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *